Bambang Haryo: Pacu Jalur Kuansing Punya Daya Magnet Wisata Internasional, Pemerintah Daerah Harus Siap Infrastruktur

Jakarta, kabar-9.com  – Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menyoroti potensi besar Lomba Dayung Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, sebagai ikon baru pariwisata budaya Indonesia yang mulai dilirik dunia, termasuk oleh masyarakat di Amerika Serikat.

Menurut Bambang, lomba tradisional yang rutin digelar setiap Juli hingga Agustus ini tidak hanya memiliki nilai budaya tinggi dan visual yang memukau, tetapi juga menyimpan potensi kuat untuk menarik minat wisatawan mancanegara. Apalagi gelaran tersebut turut diramaikan dengan pertunjukan tari tradisional khas Pacu Jalur yang memperkaya pengalaman budaya lokal.

Bacaan Lainnya

“Pacu Jalur ini sangat spektakuler dan sudah mulai dikenal di kalangan internasional. Ini momentum emas untuk mendongkrak kunjungan wisata asing,” ujar Bambang, Kamis (10/7).

Namun, ia mengingatkan agar potensi ini tak disia-siakan. Pemerintah daerah, khususnya Pemkab Kuansing, diminta memastikan kesiapan infrastruktur pendukung. Mulai dari akses transportasi publik yang terintegrasi, akomodasi yang memadai, restoran, fasilitas kebersihan seperti toilet umum di area penonton, hingga pengembangan produk ekonomi kreatif lokal seperti kerajinan dan cendera mata khas daerah.

“Kalau mau menjadikan Pacu Jalur sebagai ikon wisata nasional bahkan global, maka infrastruktur pendukungnya harus dibenahi total. Jangan sampai turis datang tapi kecewa karena fasilitas yang minim,” tegasnya.

Lebih jauh, politisi Partai Gerindra itu juga mendorong daerah lain untuk meniru Kuansing dalam mengangkat budaya lokal sebagai kekuatan pariwisata. Ia mencontohkan karapan sapi di Madura, yang menurutnya tak kalah unik dan memiliki nilai budaya tinggi. Ajang seperti ini, kata Bambang, bisa dikemas lebih modern dengan pendekatan artistik seperti tari tradisional yang menggambarkan semangat kompetisi dan agraris.

“Semua daerah punya potensi kearifan lokal. Karapan sapi, misalnya, bisa jadi event besar kalau dipromosikan secara masif, termasuk melalui media sosial untuk menjangkau pasar global,” tambahnya.

Sebagai anggota legislatif, Bambang menyatakan komitmennya untuk mendorong sinergi lintas kementerian guna memperkuat diplomasi budaya Indonesia melalui sektor pariwisata. Ia menilai, dukungan anggaran dan promosi perlu ditingkatkan sebagai bagian dari strategi pengembangan wisata berkelanjutan berbasis budaya.

“Kita jangan anggap budaya hanya sebagai tontonan lokal. Ini bagian dari kekuatan diplomasi Indonesia. Saatnya menjadikan budaya sebagai jembatan ekonomi dan identitas bangsa,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *