Tangen, Sragen, kabar-9.com– Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Tangen kembali menggelar kegiatan rutin Pengajian Ahad Kliwon yang dihadiri ratusan jamaah dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Tangen dan sekitarnya, Minggu (8/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kekhidmatan tersebut menjadi agenda rutin warga Nahdliyin sebagai sarana meningkatkan keimanan, mempererat tali silaturahmi, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejak pagi hari para jamaah telah memadati area kegiatan. Mereka datang secara berkelompok dari berbagai ranting dan anak ranting NU untuk mengikuti rangkaian acara yang meliputi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tahlil, shalawat, tausiyah keagamaan, serta doa bersama.
Acara berlangsung di bawah tenda besar bernuansa merah putih yang menambah semarak suasana. Para jamaah tampak khusyuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai. Hadir pula sejumlah tokoh agama, pengurus NU, badan otonom NU, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam tausiyah yang disampaikan, jamaah diajak untuk terus menjaga persatuan umat, memperkuat akhlak, serta meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan masing-masing. Nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong juga menjadi pesan utama yang disampaikan kepada seluruh peserta.
Pengurus MWC NU Tangen menyampaikan bahwa kegiatan Ahad Kliwon merupakan salah satu program rutin organisasi yang telah berjalan secara berkesinambungan. Selain sebagai media dakwah dan pembinaan umat, kegiatan ini juga menjadi wadah komunikasi antarwarga Nahdlatul Ulama di tingkat kecamatan.
“Melalui kegiatan rutin ini, kami berharap semangat kebersamaan, persaudaraan, dan kecintaan terhadap ajaran Ahlussunnah wal Jamaah semakin kuat di tengah masyarakat,” ujarnya.
Tingginya antusiasme jamaah menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan seperti Pengajian Ahad Kliwon masih menjadi kebutuhan penting masyarakat sebagai sarana menambah ilmu, memperkuat keimanan, dan mempererat hubungan sosial.
MWC NU Tangen berkomitmen untuk terus menjaga dan mengembangkan kegiatan-kegiatan keagamaan yang bermanfaat bagi umat, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat peran organisasi dalam pembangunan karakter masyarakat yang religius, moderat, dan berakhlakul karimah.
Sumber : Jamaah (Khoir)
Editor : Redaksi kabar-9