KABAR-9.COM, Tasikmalaya – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai aliansi komunitas menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Cabang Maxim Tasikmalaya, Jalan Peta, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kamis (10/9/2026).
Massa aksi mulai memadati area kantor sejak pagi. Mereka menyuarakan keresahan terkait sejumlah regulasi dan kebijakan internal aplikator yang dinilai semakin menekan pendapatan harian para mitra pengemudi.
Dalam pernyataan sikapnya, para demonstran membawa tiga tuntutan utama.
Pertama, meminta penghapusan total layanan khusus Turbo.
Kedua, meminta penghapusan potongan biaya platform atau platform fee.
Ketiga, mendesak agar gerbang pendaftaran pengemudi baru segera ditutup.
Menurut perwakilan massa, penerapan skema layanan Turbo serta pembebanan platform fee tambahan dalam sistem aplikasi diduga telah melampaui ketentuan yang mereka kaitkan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026.
Selain persoalan tarif, para pengemudi juga mengeluhkan terus dibukanya pendaftaran mitra baru.
Kondisi tersebut dinilai membuat jumlah kompetitor semakin banyak, sementara pembagian order harian semakin terbatas.
Akibatnya, para pengemudi mengaku mengalami penurunan pendapatan secara signifikan.
Aksi penyampaian aspirasi tersebut dilaporkan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Puluhan personel kepolisian terlihat melakukan pengamanan di sekitar lokasi, termasuk untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas.
Hingga berita ini diterbitkan, perwakilan forum komunitas ojol masih mengikuti audiensi tertutup bersama pihak manajemen Kantor Cabang Maxim Tasikmalaya.
Audiensi tersebut membahas seluruh poin tuntutan yang disampaikan massa, terutama terkait keberlangsungan dan kesejahteraan para mitra pengemudi di Tasikmalaya.
(*)