Rajaban di Kediaman Abah Sangiang Perayaan Religius dan Silaturahmi Briker dari Berbagai Daerah

Ciamis, kabar-9.com – Kediaman Abah Sangiang di Desa Sukahurip, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, menjadi pusat kegiatan istimewa pada Minggu, 5 Januari 2025. Acara Rajaban yang diadakan untuk memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini tidak hanya dihadiri oleh warga setempat, tetapi juga menjadi momen silaturahmi bagi komunitas briker dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Acara dimulai pukul 10.00 WIB dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Kang Pepe, yang menciptakan suasana khidmat dan menyentuh hati. Dilanjutkan dengan pembacaan Rawi dan Marhaba oleh Kang Pepe dan Kang Dadi, nuansa religius semakin terasa di tengah-tengah jamaah yang khusyuk, meskipun sesekali terdengar suara anak-anak kecil yang bermain di luar area acara, menambah suasana yang hidup.

Momen inti acara adalah tausiyah yang dibawakan oleh Ustaz 773, seorang tokoh briker setempat yang dikenal luas di komunitasnya. Dalam tausiyahnya, Ustaz 773 membahas hikmah dari Isra Mi’raj, khususnya kisah tongkat Nabi Musa AS sebagai simbol kekuatan iman dan keajaiban Allah SWT. Dengan gaya bicara santainya, Ustaz 773 berhasil menyampaikan pesan mendalam sambil menyisipkan candaan yang membuat jamaah sesekali tersenyum.

Bacaan Lainnya

“Tongkat Nabi Musa mengajarkan bahwa hal kecil yang tampak biasa dapat menjadi alat luar biasa dengan izin Allah. Jangan sampai kita kalah sama tongkat, ya, bapak-ibu. Kalau tongkat saja bisa luar biasa, masa kita enggak?” ucap Ustaz 773, yang langsung disambut tawa ringan dari jamaah.

Ia juga menekankan pentingnya shalat sebagai hasil dari perjalanan Isra Mi’raj. Menurutnya, shalat adalah bentuk ketaatan yang menjadi bukti nyata keimanan kepada Allah SWT. Tausiyah ini menginspirasi para jamaah untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan kehidupan spiritual mereka, sembari mengingatkan agar tidak ada yang bolos shalat, “Nanti kalau bolos, malu sama briker yang jaga shift komunikasi.”

Selain sebagai peringatan religius, acara ini menjadi ajang silaturahmi yang istimewa bagi para briker. Komunitas briker dari berbagai daerah, termasuk Tasikmalaya, turut hadir untuk mempererat tali persaudaraan. Mereka memanfaatkan momen ini untuk saling berbagi pengalaman, mempererat hubungan, dan memperkuat solidaritas sebagai bagian dari komunitas yang memiliki tujuan bersama. Bahkan, di sela-sela acara, terdengar candaan khas briker tentang “frekuensi cinta yang harus dijaga tetap jernih tanpa gangguan.”

Komunitas RAKOMODITAS (Radio Komunikasi Masyarakat Ciamis) memainkan peran penting dalam menjaga koordinasi selama acara berlangsung. Dengan sistem komunikasi yang efektif, mereka memastikan seluruh kegiatan berjalan lancar tanpa kendala berarti. “Komunikasi lancar, sinyal aman, kita juga bahagia,” ujar salah satu anggota RAKOMODITAS sambil tertawa.

Panitia Urbaha, yang menurut Ustaz 773 artinya “urusan barang dahar,” juga berperan besar dalam kelancaran acara. Mulai dari konsumsi hingga pengaturan tempat, semua dilakukan dengan baik, memberikan kenyamanan bagi seluruh peserta. “Kalau urusan makan sudah beres, acara pasti sukses,” canda Ustaz 773, yang kembali mengundang gelak tawa.

Warga Sukahurip dan sekitarnya menghadiri acara ini dengan penuh antusiasme. Bagi mereka, Rajaban adalah momen untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus mempererat hubungan antarwarga. Kehadiran para briker dari luar daerah semakin menambah semarak acara, menjadikannya simbol persatuan dan kebersamaan. Bahkan, beberapa warga terlihat asyik mencoba berkomunikasi melalui radio yang dibawa para briker, dengan sesekali salah menyebutkan kode panggilan, memicu tawa di antara mereka.

Rajaban di kediaman Abah Sangiang tahun ini tidak hanya menjadi peringatan religius, tetapi juga momentum penting untuk menjalin silaturahmi lintas daerah. Acara ini menunjukkan bagaimana tradisi keagamaan dapat menjadi sarana mempererat hubungan sosial, baik antarwarga maupun antaranggota komunitas yang lebih luas.

Dengan hikmah yang disampaikan dalam tausiyah, dukungan dari komunitas briker, dan semangat kebersamaan warga, Rajaban ini meninggalkan kesan mendalam yang akan dikenang oleh semua peserta. “Ingat, frekuensi iman harus selalu stabil, ya. Jangan sampai ada gangguan,” tutup Ustaz 773 dengan senyum lebar.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *