Tasikmalaya, kabar-9.com – Sekretaris Desa (Sekdes) Sukakarsa menjadi sorotan setelah diduga mangkir dari pertemuan dengan warga yang ingin menanyakan transparansi pengelolaan anggaran Desa Wisata Sukakarsa. Pertemuan tersebut direncanakan untuk membahas penggunaan dana sebesar Rp217.500.000 yang dialokasikan pada 6 Januari 2022 untuk pengembangan sektor wisata di desa tersebut.(23 Januari 2025).
Salah seorang warga, Totong, menyatakan kekecewaannya atas ketidakhadiran Sekdes dalam pertemuan tersebut. “Kami hanya ingin tahu bagaimana anggaran sebesar itu dikelola. Hingga sekarang, kami tidak melihat hasil nyata dari proyek yang seharusnya dilakukan untuk Desa Wisata Sukakarsa,” ujarnya dengan nada kesal.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sukakarsa juga angkat bicara dan menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran desa. “Dana sebesar Rp217,5 juta bukan jumlah kecil. Pemerintah desa wajib memberikan laporan yang jelas kepada masyarakat terkait penggunaannya,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, Sekdes Sukakarsa belum memberikan klarifikasi atas ketidakhadirannya. Beberapa warga, termasuk Totong, mencurigai bahwa dana tersebut tidak digunakan sesuai peruntukan. “Kalau memang ada kendala atau masalah, Sekdes seharusnya hadir dan menjelaskan, bukan malah menghindar,” tambah Totong.
BACA BERITA SEBELUMNYA : Proyek DED Desa Wisata Sukakarsa: Mangkrak Dua Tahun, Warga Soroti Transparansi dan Dugaan KKN
Anggaran yang dimaksud diketahui diperuntukkan untuk pengembangan infrastruktur serta fasilitas penunjang pariwisata di Desa Sukakarsa. Namun, hingga saat ini, hasil dari penggunaan dana tersebut belum terlihat signifikan, sehingga memunculkan berbagai spekulasi di kalangan warga.
Warga mendesak pemerintah desa untuk segera menggelar pertemuan lanjutan dan memberikan laporan rinci terkait realisasi anggaran. Jika tuntutan ini tidak dipenuhi, mereka berencana melibatkan pemerintah kabupaten atau lembaga pengawas untuk mengaudit penggunaan dana desa tersebut.
(Red)