Ciamis, kabar-9.com – Warga Lingkungan Lebak, Kelurahan Ciamis, Kecamatan Ciamis, dikejutkan dengan penemuan seorang gadis kos yang tewas dalam keadaan tergantung di tangga luar sebuah rumah kos pada Senin (3/2/2025) sekitar pukul 05.30 WIB. Korban diketahui bernama Paramita Anriana (19), warga asal Karangnunggal, Tasikmalaya.
Berdasarkan laporan yang diterima, peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Wulan Dwi Lestari (22), penghuni kos lainnya, yang menemukan korban dalam kondisi tergantung menggunakan sehelai kain yang diduga merupakan kerudung. Kejadian ini terjadi di kos milik Ibu Tini yang berlokasi di RT 03 RW 11, Lingkungan Lebak, Kelurahan Maleber, Kecamatan Ciamis.
Menurut keterangan pemilik kos, Tini, korban dikenal sebagai pribadi yang baik dan tidak menunjukkan tanda-tanda mengalami masalah. “Mita bekerja di bagian shift malam. Biasanya dia pergi bekerja dalam keadaan sehat dan tidak menunjukkan perubahan sikap,” ujar Tini kepada awak media.
Hal senada disampaikan oleh Wulan, rekan satu kos korban, yang mengaku bahwa Paramita dikenal sebagai sosok pendiam dan tertutup. “Dia tidak pernah bercerita tentang masalahnya. Biasa-biasa saja, tidak pernah mengeluh,” kata Wulan yang masih dalam kondisi syok akibat kejadian ini.
Menanggapi kejadian tersebut, Babinsa segera berkoordinasi dengan aparat desa setempat dan melakukan pendataan terkait insiden ini. Selain itu, laporan juga telah disampaikan kepada pihak berwenang untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, sehingga kejadian ini diduga sebagai murni tindakan bunuh diri.
Saat ini, jenazah korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciamis untuk keperluan otopsi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga guna proses pemakaman.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya perhatian terhadap kondisi psikologis individu di sekitar kita. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami tekanan emosional atau memiliki kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi pihak berwenang atau layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan bantuan.
(Red)