Tasikmalaya, kabar-9.com – Rencana penyelenggaraan Halal Bihalal yang semula digagas sebagai ajang silaturahmi akbar bagi Organisasi Radio UHF resmi dinyatakan batal. Keputusan ini diambil menyusul belum optimalnya struktur kepengurusan, yang berdampak pada kurangnya dukungan penuh dari anggota serta kendala dalam koordinasi internal.
Pengurus sebelumnya telah menyusun acara ini dengan harapan dapat mempererat tali persaudaraan dan memperkokoh kebersamaan di antara anggota. Namun, dalam prosesnya, muncul berbagai hambatan yang mengarah pada keputusan pembatalan.
Salah satu faktor utama yang menyebabkan gagalnya pelaksanaan acara adalah minimnya keterlibatan aktif dari anggota dalam mendukung keberlangsungan kepengurusan. Sejumlah anggota menilai bahwa struktur organisasi yang ada saat ini belum sepenuhnya berfungsi secara efektif, sehingga koordinasi dan distribusi tanggung jawab dalam penyelenggaraan acara tidak berjalan optimal. Selain itu, kurangnya komunikasi antaranggota juga turut menjadi faktor penghambat.
Menanggapi situasi ini, Sekretaris Gapura Jabar Wilayah TasikRaya Harun Alby memberikan pernyataan kepada media kabar-9.com. Ia menegaskan bahwa evaluasi mendalam terhadap struktur kepengurusan sangat diperlukan sebelum Organisasi Radio UHF menggelar kegiatan berskala besar.
“Sebenarnya acara ini sangat dinantikan, tetapi setelah melihat respons anggota, kami menyadari bahwa masih ada beberapa aspek yang perlu dievaluasi lebih lanjut, terutama terkait efektivitas kepengurusan dan urgensinya bagi seluruh Organisasi Radio UHF. Kami ingin memastikan bahwa setiap kegiatan yang kami adakan benar-benar mendapat dukungan penuh dan bermanfaat bagi semua anggota,” ujarnya.
Selain itu, Sekretaris juga menyampaikan harapannya agar Ketua dan salah satu pendiri Organisasi Radio UHF dapat saling menjaga eksistensi guna memberikan manfaat bagi para anggota. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemimpin Organisasi Radio UHF agar organisasi tetap berjalan dengan baik dan memiliki arah yang jelas.
Banyak anggota Organisasi Radio UHF merasa bahwa saat ini kepengurusan belum sepenuhnya dibutuhkan atau perlu perbaikan dalam sistem koordinasi dan manajemennya. Beberapa di antaranya menyoroti pentingnya peningkatan komunikasi serta pelibatan anggota dalam pengambilan keputusan agar acara serupa dapat berjalan dengan lebih baik di masa depan.
“Silaturahmi tetap harus terjalin, mungkin bukan dalam bentuk acara besar seperti ini, tetapi melalui pendekatan yang lebih sederhana dan fleksibel,” ujar salah satu anggota Organisasi Radio UHF, Ia menekankan bahwa meskipun acara batal, kebersamaan harus tetap dijaga agar tidak menimbulkan perpecahan di dalam Organisasi Radio UHF.
Meskipun pembatalan ini menjadi catatan penting bagi Organisasi Radio UHF, rencana untuk menyelenggarakan acara serupa di masa depan masih terbuka. Evaluasi mendalam terhadap sistem kepengurusan, pola komunikasi internal, serta strategi dalam mengelola kegiatan akan menjadi fokus utama agar kendala yang sama tidak terulang.
Pemimpin Umum media kabar-9.com turut memberikan pandangannya terhadap situasi ini. “Semoga ke depannya Gapura Jabar bisa lebih solid dan kompak. Diperlukan upaya bersama dalam membangun organisasi yang lebih kuat dan harmonis, sehingga kegiatan seperti ini benar-benar dapat menjadi ajang kebersamaan yang bermanfaat bagi semua anggota,” tutupnya.
Dengan adanya evaluasi ini, diharapkan kepengurusan Organisasi Radio UHF dapat lebih matang dalam merancang program kerja yang sesuai dengan kebutuhan dan harapan anggotanya, sehingga setiap kegiatan yang digagas dapat terlaksana dengan lebih baik di masa mendatang.
(Red)