Libur Idulfitri 1446 H, Ribuan Wisatawan Serbu Bali

Suasana Ramai di Area Patung GWK, Ikon Wisata Bali saat Libur Lebaran

Bali, kabar-9.com – Libur Idulfitri 1446 Hijriah membawa lonjakan kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi di Bali. Ribuan pelancong domestik maupun mancanegara memadati akses masuk Pulau Dewata, termasuk Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Padang Bai, Pelabuhan Benoa, dan Terminal Mengwi. (3/4/25).

Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bali per 1 April 2025, arus masuk penumpang melalui terminal domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai mencapai 140.322 orang, sedangkan terminal internasional mencatat 201.458 orang. Di jalur laut, Pelabuhan Gilimanuk menjadi titik tersibuk dengan 266.078 orang, diikuti oleh Pelabuhan Padang Bai dengan 17.178 orang, dan Pelabuhan Benoa dengan 4.033 orang. Sementara itu, Terminal Mengwi melayani 8.730 penumpang yang tiba di Bali.

Salah satu destinasi yang paling banyak dikunjungi adalah Garuda Wisnu Kencana (GWK). Ikon pariwisata ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan Plaza Kura-Kura dan Patung GWK.

Hasil pantauan Kabar-9.com pada Kamis (3/4/2025) menunjukkan antrean panjang wisatawan di pintu masuk GWK. Mereka menaiki anak tangga menuju berbagai area favorit. Salah satu wisatawan, Satri dari Probolinggo, mengaku sengaja datang bersama keluarganya dalam satu bus setelah mendapatkan rekomendasi dari kerabatnya.

“Pemandangannya luar biasa indah. Ini pertama kalinya saya ke sini, dan saya merasa sangat puas. Pelayanannya ramah dan membuat saya semakin betah,” ujar Satri kepada Kabar-9.com, Kamis (3/4/2025).

Operation Director GWK Cultural Park, Rossie Andriani, menjelaskan bahwa jumlah wisatawan domestik melonjak signifikan selama libur Lebaran. Pihaknya memprediksi puncak kunjungan akan terjadi pada Sabtu (4/4/2025).

“Sebanyak 85 persen pengunjung GWK berasal dari wisatawan domestik, sementara 15 persen lainnya merupakan turis mancanegara. Biasanya, kunjungan harian berkisar 3.000 orang, namun selama libur Idulfitri ini meningkat menjadi 5.000 orang. Hari ini, bertepatan dengan festival ogoh-ogoh, jumlah pengunjung bahkan menembus angka 9.000,” jelas Rossie.

Menurutnya, Patung GWK tetap menjadi daya tarik utama, dengan ketinggian 121 meter sebagai patung tertinggi keempat di dunia dan terlebar di dunia. Selain itu, Plaza Wisnu dengan patung Dewa Wisnu setengah badan juga menjadi spot favorit pengunjung.

Untuk kenyamanan wisatawan, GWK menyediakan shuttle bus dari area parkir ke Plaza Bhagawan, serta layanan buggy shuttle service seharga Rp40.000 untuk menuju Patung GWK dan Festival Park.

Dalam menghadapi dinamika industri pariwisata, GWK terus berinovasi dengan memperkuat promosi melalui media sosial, bekerja sama dengan KOL (key opinion leaders), serta membuka stan pameran di Terminal Kedatangan Bandara Ngurah Rai dan pusat perbelanjaan Beachwalk. GWK juga menggandeng agen perjalanan dan hotel untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.

“Kami berkomitmen untuk selalu memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan agar mereka merasa nyaman dan aman selama berada di GWK,” tegas Rossie.

Selama libur Lebaran, GWK menyajikan berbagai pertunjukan budaya, termasuk festival ogoh-ogoh yang menampilkan 13 ogoh-ogoh dari Kabupaten Badung. Selain itu, amfiteater GWK menggelar 15 pertunjukan seni Bali setiap hari sebagai upaya melestarikan budaya lokal.

Tak hanya itu, GWK juga menggandeng UMKM lokal dalam MyMelali Market, yang menghadirkan beragam produk makanan dan kerajinan khas Bali.

“Kami berharap GWK terus menjadi destinasi wisata budaya unggulan di Bali dengan menghadirkan pengalaman yang tak terlupakan bagi para pengunjung,” pungkas Rossie.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *