Tasikmalaya, Kabar-9.com — Suasana Minggu pagi di Kampung Bongas, Desa Sukakarsa, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, tampak berbeda dari biasanya. Di halaman rumah Ibu Popon yang luas dan asri, sekelompok warga berkumpul dengan penuh semangat untuk mengikuti kegiatan senam pagi bersama, sebuah inisiatif sederhana yang sarat makna dan manfaat.
Kegiatan ini digagas secara spontan oleh dua tokoh perempuan setempat, Yati dan Hamiroh. Menariknya, Yati bertindak sebagai instruktur dadakan yang memandu langsung gerakan-gerakan senam dasar dengan iringan musik ceria. Meski bukan instruktur profesional, kemampuannya dalam mengajak warga bergerak penuh semangat berhasil menciptakan suasana yang hidup dan menggembirakan.
“Awalnya hanya iseng, tapi ternyata warga antusias. Jadi kita niatkan untuk rutin, siapa tahu bisa jadi kegiatan mingguan,” ujar Yati sambil tersenyum usai senam.
Sementara itu, Hamiroh selaku pembina kegiatan menyampaikan bahwa tujuan utama dari senam ini bukan hanya untuk kebugaran jasmani, melainkan juga sebagai sarana mempererat hubungan sosial antarwarga.
“Kita ingin menciptakan ruang kebersamaan. Apalagi sekarang banyak ibu-ibu yang jarang keluar rumah karena kesibukan domestik. Ini bisa jadi ajang refreshing dan silaturahmi,” jelasnya.
Yang menarik, meskipun kegiatan ini berlangsung tanpa kostum senam khusus atau peralatan profesional, antusiasme warga tetap tinggi. Para peserta mengenakan pakaian seadanya—kaus rumahan, kerudung, dan celana longgar—namun semangat mereka untuk bergerak bersama tak kalah dari kegiatan senam di kota-kota besar.
Iringan musik senam yang diputar melalui pengeras suara menambah energi pagi itu. Anak-anak kecil pun ikut meramaikan suasana. Sebagian dari mereka menonton dari tepi halaman, sementara lainnya mencoba menirukan gerakan dengan polos dan antusias. Bahkan, dekorasi sederhana berupa spanduk bergambar karakter kartun Tweety yang digantung di depan rumah menambah kesan meriah dan menyenangkan.
“Tidak harus sempurna atau seragam. Yang penting kita bergerak, berkeringat, dan bahagia bersama,” tambah Hamiroh.
Kegiatan ini menjadi gambaran nyata bahwa semangat hidup sehat bisa tumbuh dari inisiatif kecil di lingkungan masyarakat. Dengan modal kemauan, semangat, dan rasa kebersamaan, warga Kampung Bongas membuktikan bahwa gaya hidup aktif dan sehat dapat dimulai dari rumah sendiri—tanpa harus menunggu fasilitas lengkap atau acara formal.
Ke depan, Yati dan Hamiroh berharap kegiatan ini bisa berkembang, misalnya dengan mengundang lebih banyak peserta, menambah variasi gerakan, atau bahkan berkolaborasi dengan pihak Puskesmas dan pemerintah desa dalam program pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan.
Senam pagi di Kampung Bongas bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga gerakan sosial yang memperkuat jalinan antarwarga dalam suasana yang hangat, inklusif, dan penuh semangat.
(Red)