Tasikmalaya, kabar-9.com — Suasana hangat menyelimuti lingkungan TK dan RA Roudlotusshibyan yang berlokasi di Kp. Bongas RT 001 RW 003, Desa Sukakarsa, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, sejak pagi hari. Tawa ceria anak-anak terdengar memenuhi halaman dan ruang kelas, menandai semangat mereka dalam mengikuti kegiatan peringatan Hari Guru.
Sejak pagi, para guru telah disambut oleh sapaan, senyum, dan pelukan kecil dari para murid. Walau tanpa bingkisan atau kartu ucapan, momen hari khusus ini tetap berjalan khidmat dan penuh kehangatan, karena yang diutamakan adalah ketulusan hati para murid dalam menyampaikan rasa terima kasih mereka.
Dalam apel sederhana, para murid secara bergantian maju ke depan untuk mengucapkan selamat Hari Guru. Ucapan-ucapan polos dan spontan membuat suasana haru menyelimuti para guru yang hadir.

“Terima kasih Bu Guru… sudah ngajarin aku baca dan nyanyi,” ucap seorang murid TK dengan suara pelan namun penuh ketulusan.
Seorang murid RA juga mengungkapkan rasa sayangnya kepada guru, “Selamat Hari Guru… semoga gurunya sehat selalu.”
Kalimat sederhana itu membuat para guru tersenyum haru. Mereka menerima setiap ucapan dengan penuh kehangatan, meresapi maknanya yang begitu dalam.
Kepala sekolah, Ibu Yayah Sobariah, menyampaikan rasa bangga dan bahagianya melihat keberanian setiap murid tampil di depan teman-temannya. Menurutnya, momen ini menunjukkan perkembangan positif dalam keberanian dan kepercayaan diri anak.
“Ucapan sederhana dari anak-anak ini sangat berarti bagi kami. Ini bukan hanya rangkaian kata, tetapi sebuah ketulusan yang menjadi energi baru bagi para guru,” ujarnya.
Salah satu guru, Ibu Dede, mengatakan bahwa perhatian dari murid merupakan penyemangat besar bagi dirinya dan rekan-rekan guru lainnya.
“Melihat mereka berani menyampaikan ucapan di depan banyak orang, itu perkembangan yang luar biasa. Kami sangat bangga,” ungkapnya.
Guru lainnya, Ibu Lia, menambahkan bahwa ungkapan dari murid adalah bentuk penghargaan yang paling tulus, jauh lebih berharga daripada hadiah apa pun.
Sementara itu, Ibu Iis mengaku bahwa tingkah lucu dan kepolosan para murid semakin mempererat hubungan emosional antara guru dan siswa. “Kadang mereka salah mengucapkan kata, tapi justru di situlah letak ketulusannya,” katanya.
Di sisi lain, Ibu Wiwin menyampaikan bahwa momen sederhana ini sudah cukup membayar lelah para guru dalam mendidik setiap hari.
Sebagai bagian dari kegiatan, sekolah juga menyelenggarakan MBG (Makan Gizi Gratis) untuk seluruh murid. Suasana makan bersama berlangsung meriah dan penuh tawa, menjadi tambahan kebahagiaan pada peringatan Hari Guru tahun ini. Dalam dokumentasi kegiatan, murid-murid tampak menikmati hidangan sambil sesekali bercanda dengan teman-temannya.
Perayaan Hari Guru di TK & RA Roudlotusshibyan menjadi pengingat bahwa peran guru tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing, mendampingi, dan menjadi teladan bagi tumbuh kembang anak. Ucapan tulus dan spontan dari para murid hari ini menjadi penyemangat baru bagi para guru untuk terus mendidik dengan hati, kesabaran, dan cinta.
(Red)