Tasikmalaya, kabar-9.com – Suhu politik menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Tasikmalaya 2024 semakin memanas. Setelah aksi demonstrasi di depan Kantor KPU Kabupaten Tasikmalaya siang harinya, malam harinya kembali terjadi unjuk rasa saat debat publik antar pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati berlangsung secara tertutup.
Massa dari Aliansi Masyarakat Kabupaten Tasikmalaya menggelar aksi unjuk rasa di kawasan bundaran air mancur, tepatnya di depan Alhambra Hotel & Convention, BW Signature Collection, pada Senin malam (14/4/2025), lokasi yang juga menjadi tempat pelaksanaan debat publik yang disiarkan secara daring oleh KPU Kabupaten Tasikmalaya.
Salah satu aksi yang paling menyita perhatian malam itu adalah penampilan seorang pria yang mengenakan pakaian perempuan lengkap dengan wig dan daster. Ia duduk santai di pelataran sambil merokok dan memegang secarik kertas, berhadapan langsung dengan aparat kepolisian dan pengamanan. Aksi teatrikal tersebut dinilai sebagai bentuk kritik simbolik terhadap kondisi politik yang dianggap semakin jauh dari nilai-nilai demokrasi.
Petugas kepolisian yang berjaga tampak mengawal situasi agar tetap kondusif. Pria tersebut akhirnya diamankan oleh pihak berwajib untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Kapolres Tasikmalaya, AKBP Dony Eka Putra, mengonfirmasi bahwa aksi tersebut merupakan bentuk ekspresi kecewa terhadap situasi politik. “Yang bersangkutan menyampaikan keresahannya atas dugaan pelanggaran yang terjadi dan memilih cara unik untuk mengekspresikannya,” ujar Kapolres.
Sebelum debat berlangsung, sekitar pukul 13.00 WIB, sekelompok warga juga melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor KPU Kabupaten Tasikmalaya. Mereka mendesak KPU untuk segera merilis Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) dari masing-masing paslon, yang hingga hari terakhir kampanye belum dipublikasikan.
“Transparansi dana kampanye adalah hak publik. Kami menduga adanya dugaan praktik politik uang yang melibatkan beberapa paslon, dan KPU tidak transparan,” kata salah satu orator dari Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi. Massa juga meminta investigasi atas dugaan praktik money politics yang disebut-sebut marak menjelang PSU. Mereka membawa spanduk dan selebaran yang menuntut penindakan tegas terhadap pelaku politik transaksional.
Ketua KPU Kabupaten Tasikmalaya, Ami Imron Tamamim, memastikan bahwa insiden tersebut tidak mengganggu jalannya debat. “Alhamdulillah debat berjalan dengan lancar. Fokus kami tetap pada penyampaian visi, misi, dan program dari masing-masing paslon,” ujarnya.
Debat yang digelar secara tertutup ini menjadi bagian dari rangkaian PSU yang ditetapkan menyusul sengketa hasil Pilkada sebelumnya. Kedua pasangan calon yang bersaing menyampaikan gagasan terkait pembangunan daerah, layanan publik, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
KPU menegaskan komitmennya menjaga netralitas dan akuntabilitas selama proses PSU yang akan digelar pada akhir April 2025. Bawaslu, kepolisian, dan pemantau independen juga dilibatkan untuk memastikan seluruh proses berjalan jujur dan adil.
Pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati Tasikmalaya nomor urut 01 Iwan Saputra (kiri) dan Dede Muksit Aly (kedua kiri) menyampaikan pendapatnya saat debat publik pemungutan suara ulang (PSU) pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya pascaputusan Mahkamah Konstitusi di Hotel Alhambra, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Debat PSU dengan tema “Sumber Daya Manusia Unggul, Desa Makmur” ini diselenggarakan oleh KPU Kabupaten Tasikmalaya. Ketiga pasangan calon yang berpartisipasi adalah:
Nomor urut 01: Iwan Saputra dan Dede Muksit Aly
Nomor urut 02: Cecep Nurul Yakin dan Asep Sopari Alayuni
Nomor urut 03: Ai Diantani dan Iip Miftahul Paoz
Dalam penyelenggaraan PSU, KPU Kabupaten Tasikmalaya mengingatkan semua pihak untuk menjaga ketertiban dan mendukung jalannya proses yang adil. Semua pihak, baik Bawaslu maupun kepolisian, akan terus berkoordinasi untuk memastikan bahwa tidak ada pihak yang berusaha mempengaruhi hasil secara tidak sah.
Dengan adanya demonstrasi yang berlangsung siang dan malam hari, serta pengamanan yang cukup ketat, jalannya debat publik pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya tetap berlangsung lancar dan produktif. Namun, isu terkait transparansi dana kampanye serta dugaan praktik politik uang terus menjadi sorotan publik, yang mengharapkan agar proses PSU kali ini benar-benar transparan dan akuntabel.
(Red)