Tasikmalaya, Kabar-9.com — Tiga pemuda-pemudi inspiratif asal Kabupaten Tasikmalaya berhasil menorehkan prestasi membanggakan sebagai finalis dalam ajang Duta Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat 2024 yang digelar di Kota Bandung.
Mereka adalah Hikmal Akbar dari Kecamatan Padakembang, Risna Nurhajani dari Kecamatan Sukarame, dan Neng Jelby Zahira, pelajar dari Kecamatan Padakembang. Ketiganya tampil luar biasa dan berhasil mencuri perhatian dewan juri dengan program-program unggulan yang mereka usung.
Dua dari mereka bahkan meraih penghargaan prestisius: Hikmal dinobatkan sebagai Peraih Advokasi Terbaik se-Jawa Barat, dan Jelby berhasil meraih gelar Runner Up 2, membuktikan bahwa potensi generasi muda Tasikmalaya mampu bersaing di tingkat provinsi.
Dalam proses mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, para finalis menunjukkan semangat kemandirian dan kolaborasi yang tinggi. Mereka aktif berinisiatif dan melibatkan banyak pihak, termasuk keluarga, teman, dan komunitas, sebagai bentuk dukungan moral maupun teknis.
“Kami banyak belajar dari proses ini, mulai dari manajemen waktu, komunikasi publik, hingga kerja tim. Ini pengalaman yang sangat berkesan,” ungkap Hikmal saat ditemui di Saung Rakyat, Kecamatan Leuwisari.
Semangat gotong royong menjadi kunci kekuatan mereka dalam menampilkan yang terbaik, baik selama masa karantina maupun saat malam puncak pemilihan.
Ketiga finalis mengangkat program-program advokasi lingkungan hidup yang digali dari potensi lokal dan budaya setempat, menjadikannya lebih dekat dan relevan dengan masyarakat.
Hikmal Akbar membawa program “Dangiang Sukapura” yang fokus pada revitalisasi nilai-nilai budaya Sukapura sebagai strategi pelestarian lingkungan. Ia merupakan mahasiswa STT Cipasung asal Kecamatan Padakembang.
Risna Nurhajani mengusung “Akar Ilmu Nusantara,” sebuah inisiatif kolaboratif membangun sekolah ramah lingkungan melalui pendekatan budaya dan edukasi. Ia berasal dari Kecamatan Sukarame dan menempuh studi di Universitas Cipasung (UNCIP).
Sementara itu, Neng Jelby Zahira dari MAN 2 Tasikmalaya membawa program “Bumi Lestari” yang mengedukasi masyarakat tentang gaya hidup hijau dan pengurangan sampah plastik melalui media sosial.
“Kami ingin membawa pesan bahwa mencintai lingkungan bisa dimulai dari hal-hal kecil yang konsisten, dengan pendekatan yang membumi,” ujar Jelby.
Ketiganya berharap pengalaman berharga ini bisa menjadi pemicu untuk terus bergerak dan berkontribusi di bidang lingkungan, baik melalui jalur edukasi, komunitas, maupun kerja sama lintas sektor.
“Kami sangat terbuka untuk terus belajar dan terlibat dalam kegiatan-kegiatan positif di daerah,” Tambah Hikmal.
“Semoga pengalaman ini bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman muda lainnya untuk ikut peduli dan bergerak menjaga lingkungan,” tutup Hikmal.