Tasikmalaya, Kabar-9.com — Suara kepedulian kemanusiaan menggema dari jantung Kabupaten Tasikmalaya. Ratusan warga dari berbagai lapisan masyarakat memadati pelataran Masjid Agung Baiturrahman dalam aksi solidaritas bertajuk “Call From Gaza: Aksi Solidaritas dan Qunut Nazilah”, yang digagas oleh Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Baiturrahman, KH. Jam Jam.
Di tengah penderitaan panjang rakyat Palestina akibat agresi brutal Israel, umat Islam Tasikmalaya menyatukan langkah, suara, dan doa untuk menyerukan keadilan dan kemerdekaan bagi bangsa Palestina. Aksi kemanusiaan ini berlangsung pada Ahad, 22 Juni 2025, dengan suasana penuh haru dan semangat solidaritas.
Aksi dimulai pukul 13.30 WIB dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh perwakilan DKM. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya hadir melalui Asep Budiawan yang menyampaikan dukungan moril. Menurutnya, sejak awal kemerdekaan Indonesia selalu konsisten mendukung Palestina. Meski secara geografis berjauhan, hati tetap dekat. Ia berharap dengan solidaritas umat, kemerdekaan Palestina segera terwujud.
Semangat solidaritas terus membara ketika sejumlah tokoh agama, aktivis, dan generasi muda menyampaikan orasi secara bergantian. Dalam pidatonya, KH. Jam Jam menegaskan:
“Persoalan Palestina bukan sekadar konflik politik, melainkan tragedi kemanusiaan berkepanjangan. Setiap umat Islam memiliki tanggung jawab moral dan keimanan untuk peduli. Diam merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanat kemanusiaan.”
Suasana semakin memanas saat Sopyan Ansori lantang menyerukan yel-yel perjuangan:
“Israel bubuk! Amerika bubuk! Palestina merdeka! Masjidil Aqsa merdeka!”
Ia mengecam keras agresi Israel yang menumpahkan darah anak-anak, menghancurkan rumah sakit dan sekolah. Menurutnya, jika pemimpin dunia terus diam, murka Allah bisa segera datang.
Ustadz Nanang Iskandar mengingatkan tentang hutang sejarah bangsa Indonesia terhadap Palestina. Ia menegaskan bahwa saat Indonesia memperjuangkan kemerdekaan, Palestina termasuk pihak pertama yang memberikan dukungan.
“Amanat UUD 1945 jelas menegaskan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan,” ujar Nanang Iskandar dengan suara tegas.
KH. Yayan dari DKM Baiturrahman turut memperluas perspektif kemanusiaan dalam isu Palestina:
“Perjuangan Palestina adalah perjuangan seluruh umat manusia yang mencintai keadilan. Ini bukan sekadar konflik agama, melainkan pelanggaran berat atas hak asasi manusia.”
Sementara itu, dari kalangan generasi muda, Ustadz Umar Mahmudi menyerukan aksi boikot terhadap produk-produk yang berafiliasi dengan Israel:
“Setiap rupiah yang kita belanjakan untuk produk pendukung Israel sama saja dengan menyumbang peluru bagi pembunuh anak-anak Gaza.”
Puncak acara diisi dengan pembacaan sholawat yang dipimpin KH. Yayan. Lantunan sholawat disambut isak haru para jamaah. Seusai sholawat, orasi kembali menggema:
“Birruh biddam nafdika ya Aqsa! Dengan jiwa dan darah kami, kami membelamu, wahai Al-Aqsa!” seru para peserta dengan penuh semangat jihad kemanusiaan.
Tidak hanya di Tasikmalaya, aksi solidaritas untuk Palestina juga bergema serentak di berbagai kota besar di Indonesia, seperti Bandung, Jakarta, Sukabumi, dan daerah lainnya. Gelombang dukungan dari berbagai wilayah ini menunjukkan betapa besarnya empati rakyat Indonesia terhadap penderitaan warga Gaza.
Setelah orasi, jamaah melaksanakan Sholat Ashar berjamaah disertai pembacaan Qunut Nazilah. Selanjutnya dilakukan penggalangan donasi yang berhasil mengumpulkan Rp 8.623.500. Dana tersebut akan disalurkan melalui lembaga kemanusiaan nasional resmi yang memiliki akses langsung ke Gaza.
KH. Jam Jam menegaskan komitmen penyaluran dana:
“Insya Allah seluruh donasi akan disalurkan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran untuk bantuan pangan, medis, serta pemulihan fasilitas kesehatan dan pendidikan di Palestina.”
Sebagai penutup, peserta mengikuti konvoi solidaritas secara tertib, melintasi jalur Masjid Agung Baiturrahman, Ciseda, Kudang, Alun-Alun Singaparna, Ciputri, dan Jalan Baru Al Furkon Sukamanah. Sepanjang perjalanan, bendera Palestina berkibar, spanduk dukungan dibentangkan, dan gemuruh takbir tak henti-hentinya bergema.
“Dengan doa, infaq, suara, dan aksi nyata, dari Tasikmalaya kami menjawab panggilan Gaza. Semoga kemenangan dan keadilan segera Allah anugerahkan bagi Palestina,” pungkas KH. Jam Jam.