Tasikmalaya, kabar-9.com – Dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1446 H, Madrasah Roudlhotussibyan Sumur Picung, Kampung Bongas, Desa Sukakarsa, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, menyelenggarakan acara “Bongas Bersholawat dalam Rangka Memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW”. Selain menjadi momen peringatan perjalanan agung Rasulullah SAW, acara ini juga menandai penunjukan madrasah sebagai Kantor Perwakilan Tour & Travel Umroh PT. Santri Niaga, yang ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepada pimpinan yayasan.
Acara yang digelar pada Sabtu malam, 1 Sya’ban 1446 H (1 Februari 2025), dimulai pukul 18.00 WIB dan bertempat di Madrasah Roudlhotussibyan Sumur Picung, Kampung Bongas, Desa Sukakarsa, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya. Sejumlah tokoh agama, pengurus madrasah, serta masyarakat setempat turut hadir dalam acara yang penuh nuansa religius dan kebersamaan ini.
Pembukaan oleh MC Zulfa Diyaussa’da
Tawasul dipimpin oleh Kyai Dudung Abdul Latief, Sesepuh Madrasah Roudlhotussibyan
Sambutan & Penyerahan SK dari PT. Santri Niaga kepada pimpinan yayasan Roudlhotussibyan Sumur Picung sebagai perwakilan resmi Tour & Travel Umroh
Mau’idhotul Hasanah (Ceramah Agama) disampaikan oleh KH. Ijang Aristatolisi dari Pondok Pesantren Miftahul Huda Pusat Manonjaya
KH. Ijang Aristatolisi, penceramah utama dari Pondok Pesantren Miftahul Huda Pusat Manonjaya, memberikan tausiyah yang penuh hikmah dan nasihat keagamaan. Dalam tausiyahnya, KH. Ijang menyampaikan makna mendalam dari peristiwa Isra Mi’raj, di mana Rasulullah SAW diperjalankan oleh Allah SWT dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu dinaikkan ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah shalat lima waktu.
Selain itu, KH. Ijang juga mengangkat kisah perjuangan Rasulullah SAW saat berdakwah ke Kota Thaif, sebuah peristiwa yang menggambarkan kesabaran dan keteguhan hati Rasulullah dalam menyebarkan Islam. “Setelah wafatnya Siti Khadijah dan Abu Thalib, Rasulullah mengalami masa sulit dalam berdakwah. Beliau berharap mendapat dukungan dari penduduk Thaif, tetapi justru mendapat perlakuan yang sangat kasar,” ujar KH. Ijang.
Penduduk Thaif menolak dakwah Rasulullah dan bahkan mengumpulkan para pemuda untuk mengusir serta melempari beliau dengan batu. Rasulullah pun mengalami luka-luka dan darah mengalir dari tubuhnya. Namun, di tengah cobaan tersebut, beliau tetap bersabar dan tidak membalas dengan kebencian, melainkan mendoakan kebaikan bagi penduduk Thaif. Peristiwa ini mengajarkan kita tentang pentingnya kesabaran, keteguhan hati, dan keikhlasan dalam menghadapi segala ujian, serta tetap menebar kasih sayang meski disakiti.
Setelah mendapat perlakuan kasar di Thaif, Rasulullah SAW meninggalkan kota itu dalam keadaan lelah dan terluka. Dalam perjalanan kembali ke Mekah, beliau menemukan sebuah kebun anggur milik Utbah bin Rabi’ah dan saudaranya Syaibah bin Rabi’ah, dua saudagar Quraisy.
Melihat kondisi Rasulullah yang terluka, mereka merasa iba dan menyuruh Addas, seorang tukang kebun yang beragama Nasrani, untuk membawakan anggur kepada Rasulullah. Saat menerima anggur itu, Rasulullah mengucapkan “Bismillah”, sesuatu yang tidak biasa di kalangan masyarakat setempat.
Addas pun terkejut dan bertanya, “Apa yang baru saja engkau ucapkan?” Rasulullah lalu menjelaskan bahwa beliau adalah seorang Nabi dan utusan Allah. Dalam percakapan itu, Rasulullah menyebut nama Nabi Yunus AS, yang berasal dari Ninawa, tempat asal Addas.
Mendengar ini, Addas semakin terharu. Ia langsung mencium tangan dan kaki Rasulullah sebagai tanda hormat, dan akhirnya memeluk Islam.
Bacaan Sebelumnya:
Persiapan Panggung untuk Acara “Bongas Bersholawat” dalam Peringatan Isra Mi’raj
Madrasah Sumur Picung Akan Gelar Tabligh Akbar Peringatan Isra Mi’raj 2025
KH. Ijang menegaskan bahwa kisah ini memberikan banyak pelajaran bagi umat Islam, di antaranya:
Rasulullah SAW tidak membalas kekejaman dengan kebencian. Sebaliknya, beliau mendoakan kebaikan bagi penduduk Thaif. Ini menunjukkan betapa pentingnya kesabaran dan ketulusan dalam menghadapi orang lain, bahkan saat kita disakiti.
Kisah hidayah untuk Addas menunjukkan bahwa hidayah bisa datang kapan saja, bahkan pada orang yang tidak kita sangka. Kekuatan doa dan perkenalan dengan kebenaran dapat mengubah hidup seseorang secara drastis.
Rasulullah mengajarkan kita untuk selalu menjaga akhlak, bahkan dalam kondisi terburuk sekalipun. Sikap lemah lembut dan penuh kasih sayang adalah cara terbaik dalam menyampaikan dakwah dan meraih hati orang lain.
Salah satu momen penting dalam acara ini adalah penyerahan Surat Keputusan (SK) dari PT. Santri Niaga yang menunjuk Madrasah Roudlhotussibyan sebagai Kantor Perwakilan resmi Tour & Travel Umroh. Hal ini memberikan kemudahan bagi masyarakat di wilayah Sukarame dan sekitarnya untuk mendapatkan layanan ibadah umroh yang aman dan terpercaya.
“Kami berharap dengan ditunjuknya Madrasah Roudlhotussibyan sebagai kantor perwakilan PT. Santri Niaga, masyarakat di wilayah Sukakarsa,Sukarame dan sekitarnya bisa mendapatkan pelayanan terbaik dalam perjalanan ibadah umroh,” ujar perwakilan dari PT. Santri Niaga dalam sambutannya.
Salah satu Pengurus Madrasah Roudlhotussibyan Sumur Picung mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan para donatur yang telah membantu mensukseskan acara ini.““Atas nama keluarga madrasah sumur picung mengucapkan terimakasih banyak kepada seluruh lapisan masyarakat kampung Kp. Bongas, pemuda/pemudi yang ikut andil dan berpartisipasi dalam terselegaranya acara memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad Saw, Terimakasih juga kepada donatur yang telah membantu dari segi materi maupun yang lainya. Tak lupa kami meminta maaf pabila banyak kesalahan dalam menyelenggarakan acara tersebut. semoga kesitiqomahan ini dan kegiatan ini terus berjalan lancar dan semoga kebaikannya di balas oleh allah swt.” tutur Ustadz Kusoy, selaku Bendahara Madrasah Roudlhotussibyan Sumur Picung.
Acara ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang hadir. Salah satu jamaah mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas terlaksananya acara ini dan penunjukan madrasah sebagai perwakilan umroh. “Kami sangat senang bisa mengikuti acara Bongas Bersholawat ini. Tausiyah KH. Ijang sangat menginspirasi, dan kami juga bangga karena Madrasah Roudlhotussibyan kini menjadi kantor perwakilan umroh,” ujar jamaah tersebut.
Peringatan Isra Mi’raj di Madrasah Roudlhotussibyan Sumur Picung tidak hanya menjadi ajang bersholawat dan meneladani perjuangan Rasulullah, tetapi juga membawa manfaat nyata dengan peresmian kantor perwakilan PT. Santri Niaga. Semoga acara ini membawa berkah bagi seluruh jamaah dan semakin mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
(Red)