Milad ke-11 Pondok Pesantren Darussalam: Meneladani Akhlak Nabi, Membangun Jati Diri & Menggapai Ridho Allah

Santri Pondok Pesantren Darussalam Antusias Ikuti Pawai Milad ke-2 di Desa Padasuka

Tasikmalaya, kabar-9.com — Suasana pagi di Desa Padasuka, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, tampak begitu semarak pada Selasa (14/10/2025). Ratusan santri dan warga dengan penuh semangat mengikuti pawai Milad ke-11 Pondok Pesantren Darussalam, sebuah momentum penuh makna yang mengingatkan kembali akan perjalanan panjang pesantren dalam mendidik generasi berakhlak dan berilmu.

Dengan mengenakan busana khas santri, para peserta pawai berjalan beriringan sambil membawa spanduk bertuliskan “Pawai Milad ke-11 Pondok Pesantren Darussalam: Meneladani Akhlak Nabi, Membangun Jati Diri & Menggapai Ridho Allah.”
Arak-arakan tersebut dimulai dari lingkungan pesantren dan menyusuri jalan-jalan desa, disambut hangat oleh masyarakat sekitar yang antusias memberi dukungan dan doa.

Pawai ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud nyata dari semangat kebersamaan antara santri, guru, alumni, dan masyarakat. Momen Milad ini menjadi ajang mempererat tali silaturahmi serta meneguhkan kembali komitmen Pondok Pesantren Darussalam untuk terus menanamkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat.

Bacaan Lainnya

Menurut Panitia Pelaksana, Ustadz Lutfi, kegiatan Milad tahun ini membawa pesan mendalam tentang pentingnya meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

“Alhamdulillah, antusiasme santri dan masyarakat sungguh luar biasa. Kami ingin momentum Milad ini menjadi sarana memperkuat ukhuwah, memperdalam rasa syukur, dan meneguhkan kembali semangat perjuangan santri dalam menuntut ilmu. Semoga semangat ini terus hidup di hati setiap santri,” ujar Ustadz Lutfi dengan penuh haru.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam, Ustadz Aep Saepudin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh santri serta para pengajar yang telah menjaga eksistensi pesantren hingga usia ke-11 tahun. Ia menegaskan bahwa perjalanan ini bukan hanya tentang waktu, melainkan tentang dedikasi, kesabaran, dan keikhlasan dalam berjuang di jalan ilmu dan dakwah.

“Sebelas tahun bukan sekadar angka, tetapi bukti perjuangan dan pengabdian. Insya Allah, ke depan Pondok Pesantren Darussalam akan terus berkomitmen mencetak generasi yang berakhlak mulia, berilmu, berdaya saing, dan berjiwa sosial tinggi. Jadilah santri yang tangguh, rendah hati, dan berani membawa cahaya Islam di mana pun berada,” pesan Ustadz Aep Saepudin dengan penuh semangat.

Kemeriahan pawai semakin terasa dengan lantunan shalawat, yang menggema di sepanjang rute. Warga tampak antusias menyaksikan para santri yang berjalan penuh disiplin dan keceriaan, menambah suasana khidmat namun meriah di desa tersebut.

Milad ke-11 ini juga menjadi refleksi bagi seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Darussalam untuk terus memperkuat visi pendidikan berbasis akhlak dan kemandirian. Pimpinan pesantren menutup kegiatan dengan pesan motivasi agar seluruh santri tetap menjaga semangat belajar dan berjuang di jalan Allah.

“Jangan pernah lelah menuntut ilmu, karena ilmu adalah cahaya yang akan menuntunmu menuju keberkahan. Tetaplah rendah hati, jaga adab, dan berjuang dengan ikhlas. Dari pesantren inilah lahir generasi yang akan membawa perubahan,” tambah Ustadz Aep Saepudin.

Acara ditutup dengan doa bersama dan pembacaan shalawat sebagai bentuk syukur atas keberkahan usia pesantren yang terus tumbuh menjadi lembaga pendidikan Islam yang mandiri dan bermanfaat bagi umat.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *