Tasikmalaya, kabar-9.com — Suasana religius dan penuh kebersamaan terasa kuat di Desa Sukakarsa, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, saat ribuan warga mengikuti Pawai Taaruf dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah, Kamis (17/7/2025).
Kegiatan yang dipusatkan di Kampung Cihonje ini diikuti lebih dari 3.500 peserta dari berbagai kampung dan unsur masyarakat, mulai dari anak-anak, pelajar, santri madrasah, hingga tokoh masyarakat.
Pawai dimulai pukul 13.00 WIB dari halaman Kampung Cihonje dan menempuh rute memutar melalui Kampung Langkar, Cibeurih, Sindangsari, dan Bongas, lalu kembali ke titik awal.
Ketua Pelaksana: Drs. Undang Kuswara
Ketua MUI Kecamatan Sukarame: Tatang Rahmat Hidayat, S.Sos
Di sepanjang jalur, antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Peserta mengenakan busana muslim nuansa putih, hijau, dan hitam. Iringan selawat dan yel-yel menyemarakkan suasana, disambut hangat oleh warga yang menonton di pinggir jalan.
Pemandu acara, Ai Priatin, tampil penuh semangat. Ia memandu pawai dengan gaya komunikatif, memandu jalannya barisan sambil mengingatkan nilai-nilai hijrah dan menyalakan semangat kebersamaan umat.

Ketua MUI Kecamatan Sukarame, Tatang Rahmat Hidayat, S.Sos, yang hadir langsung dalam kegiatan ini menyebut bahwa pawai bukan sekadar simbolis, tetapi bagian dari syiar Islam yang membumi.
“Ini adalah bukti bahwa masyarakat Sukakarsa memiliki kesadaran tinggi dalam memaknai momen hijriah.
Pawai ini tidak hanya simbolis, tapi menyatukan semangat generasi muda agar tumbuh dalam nilai-nilai Islam yang moderat, damai, dan penuh adab.
MUI mendukung penuh kegiatan seperti ini sebagai langkah konkret memperkuat karakter umat di tengah tantangan zaman,” ungkapnya.
Kapolsek Sukarame juga turut hadir dalam kegiatan ini. Kehadirannya menambah kepercayaan dan rasa aman masyarakat. Ia menyampaikan apresiasi terhadap ketertiban dan semangat warga dalam menjaga suasana yang kondusif.
Kepala Desa Sukakarsa, Elang Suherlan, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh masyarakat atas partisipasi aktifnya.

“Pawai Taaruf ini bukan hanya seremoni tahunan, tapi bagian dari strategi pembangunan karakter.
Kita ingin membangun desa ini tidak hanya secara fisik, tapi juga spiritual.
Pemerintah desa berkomitmen mendukung setiap kegiatan yang menumbuhkan nilai agama, kebersamaan, dan kemandirian masyarakat,” tegasnya.
Panitia menyebutkan bahwa kegiatan menyambut Muharram ini berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu malam. Selain pawai, akan digelar berbagai perlombaan bernuansa Islami, seperti: Lomba adzan,Mewarnai kaligrafi,Lomba busana muslim anak,Ceramah keagamaan oleh ustaz lokal
Semua kegiatan digelar atas dasar gotong royong masyarakat, kolaborasi lintas lembaga, serta dukungan tokoh agama dan pemerintah desa.
Peserta dari Kampung Bongas Bersiap Mengikuti Pawai Taaruf, Dipandu Panitia Ustaz Haris
Peserta Bersiap di Kampung Cihonje Menjelang Start Pawai Taaruf 1 Muharram 1447 H
Ketua Pelaksana, Drs. Undang Kuswara, menyampaikan bahwa panitia telah bekerja sejak awal Juli demi kelancaran acara. Ia berharap Pawai Taaruf ini bisa menjadi agenda tahunan desa yang terus ditingkatkan, baik dari sisi syiar maupun keterlibatan generasi muda.
“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tapi upaya membangun jiwa hijrah dan cinta Islam dari masyarakat pedesaan,” ujarnya singkat.
Acara ditutup dengan doa bersama, penuh harapan agar Tahun Baru Islam menjadi momentum hijrah menuju masyarakat yang lebih religius, harmonis, dan berkarakter kuat.
(Red)