Peringati Hari Buruh Nasional, Kabar-9.com Angkat Suara: “Kerja Keras Buruh Adalah Pondasi Bangsa”

Tasikmalaya, kabar-9.com – Setiap tanggal 1 Mei, dunia memperingati Hari Buruh Internasional, termasuk Indonesia yang sejak tahun 2013 menetapkan tanggal ini sebagai Hari Libur Nasional. Pada kesempatan ini Randika, Pemimpin Redaksi Media Kabar Sembilan, yang juga seorang aktivis perburuhan turut memperingati momentum penting ini dengan menyampaikan apresiasi kepada seluruh buruh Indonesia yang telah menjadi penggerak utama roda pembangunan.

Hari Buruh tidak hanya menjadi simbol perjuangan kelas pekerja, tetapi juga momen refleksi untuk menilai kembali kondisi dan kesejahteraan para buruh di Indonesia. Dengan semangat solidaritas dan keadilan, peringatan ini menjadi panggilan untuk terus memperjuangkan hak-hak buruh, memperbaiki sistem ketenagakerjaan, serta memperkuat perlindungan sosial.

“Selamat Hari Buruh Nasional! Kerja keras dan pengabdian kawan kawan buruh adalah pondasi kokoh bagi masa depan negeri. Terima kasih atas setiap tenaga, pikiran, dan waktu yang telah diberikan demi kemajuan bangsa.” ucap Randika, Pemimpin Redaksi Media Kabar Sembilan.

Bacaan Lainnya

Pimpinan Umum Kabar Sembilan, Harun Alby, juga memberikan ucapan yang sama, dan menyampaikan pesan khusus mewakili seluruh Crew Media Kabar Sembilan.

“Kami dari manajemen dan seluruh tim Kabar-9.com mengucapkan Selamat Hari Buruh Nasional 1 Mei 2025. Kami menghormati setiap keringat dan perjuangan para pekerja di seluruh pelosok negeri. Semoga kesejahteraan dan keadilan bagi buruh terus menjadi prioritas utama dalam pembangunan bangsa.”  Ucap Harun Alby.

Ucapan pemimpin umum Media Kabar Sembilan ini  diaminkan oleh seluruh Crew Media Kabar Sembilan yang bersama-sama menyatakan komitmennya untuk menjadi bagian dari perjuangan keadilan dan perlindungan hak-hak pekerja melalui pemberitaan yang Tegas dan Tajam serta berimbang.

Hari Buruh bermula dari perjuangan gerakan buruh di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19, yang menuntut pengurangan jam kerja menjadi 8 jam per hari. Puncaknya terjadi pada 1 Mei 1886 di Chicago, di mana aksi damai berujung bentrokan berdarah yang dikenal sebagai Tragedi Haymarket. Sejak itu, 1 Mei dikenang sebagai simbol perjuangan hak buruh di seluruh dunia.  Ujar Harun.

Di Indonesia, Hari Buruh sempat diwarnai pelarangan dan pembatasan di masa Orde Baru. Namun, sejak era reformasi, ruang gerak serikat buruh kembali terbuka. Pada tahun 2013, pemerintah secara resmi menetapkan 1 Mei sebagai Hari Libur Nasional sebagai bentuk pengakuan terhadap peran penting pekerja. Imbuhnya.

Di berbagai daerah, biasanya Hari Buruh di rayakan dengan mengelar aksi  oleh serikat buruh untuk menyuarakan tuntutan seperti upah layak, sistem kerja kontrak, Jamsostek dan praktik outsourcing, serta hal yang sangat klasik yakni sebagian buruh masih termarginalkan. Jelasnya.

Ketua DPD Gerakan Masa Buruh Kabupaten Tasikmalaya, Iyus Yustaman, Saat di konfirmasi oleh awak media Kabar Sembilan di ruang kerjanya menyampaikan bahwa. Hari Buruh bukan hanya seremoni. Ini adalah peringatan bahwa hak buruh harus diperjuangkan setiap hari, bukan hanya pada 1 Mei.

“Mari jadikan Hari Buruh sebagai momen untuk memperkuat solidaritas, memperjuangkan kesejahteraan, dan memastikan bahwa setiap pekerja diperlakukan dengan adil dan bermartabat” Ucapnya.

Kabar Sembilan menyadari pentingnya media sebagai corong suara keadilan bagi kaum buruh yang masih termarginalkan, Melalui pemberitaan yang adil dan berpihak pada nilai kemanusiaan, Media Kabar Sembilan akan terus mengawal isu-isu ketenagakerjaan dan memberikan ruang bagi suara-suara pekerja buruh.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *