Solidaritas Warga Bongas: Pengecoran Rumah Bapak Alo untuk Masjid, Muludan, dan Agustusan di Tengah Penilaian Kampung Terindah

Warga Kampung Bongas Kompak Laksanakan Pengecoran untuk Masjid, Muludan, dan HUT RI ke-80"

Tasikmalaya, Sukakarsa – Kabar-9 – Suasana semarak dan penuh kekompakan mewarnai Kampung Bongas, Desa Sukakarsa, Kecamatan Sukarame, Selasa (12/8) pagi. Puluhan warga RW 003, bersama pengurus Masjid Al-Muna, panitia Agustusan, serta para ustadz setempat, berkumpul di rumah Bapak Alo dan Ibu Elis, warga RW 004, untuk melaksanakan gotong royong pengecoran.

Kegiatan ini bukan pengecoran biasa. Hasil dari pekerjaan tersebut akan dialokasikan untuk tiga agenda besar kampung: kas Masjid Al-Muna, penyelenggaraan kegiatan Muludan, dan kemeriahan perayaan HUT RI ke-80.

Menariknya, gotong royong ini tetap berjalan walaupun waktunya bertepatan dengan penilaian Lomba Kampung Terindah tingkat desa dalam rangka HUT RI. Sebagian warga sempat terpecah antara mempersiapkan penilaian dan mengikuti pengecoran, namun semangat kebersamaan tetap mengalahkan perbedaan prioritas.

Bacaan Lainnya

Sejak pagi, aroma adukan semen bercampur suara riuh canda tawa. Warga bergantian mengangkut pasir, menaikkan ember cor ke lantai atas dengan tangga bambu, dan memastikan pekerjaan selesai tepat waktu.

Meski suasana umumnya harmonis, sempat terjadi sedikit ketegangan ketika seorang warga memilih tidak ikut gotong royong dan malah hendak memancing. Panitia berharap momen seperti ini dapat menjadi ajang saling menghargai dan memahami perbedaan, demi menjaga kekompakan warga.

Ketua Pengecoran, Bapak Yuyu, mengungkapkan rasa bangganya.
“Alhamdulillah, walau jadwalnya padat dan bertepatan dengan penilaian kampung, warga tetap kompak. Ini membuktikan gotong royong masih jadi budaya kita,” katanya.

Ketua Panitia Agustusan, Agus Salim, menambahkan,
“Kegiatan ini membangun lebih dari sekadar rumah. Kita membangun semangat persaudaraan yang akan terasa saat perayaan Agustus dan Muludan nanti.”

Dari sisi keagamaan, Ustadz Abdul Wahid mengapresiasi langkah warga.
“Masjid adalah pusat kegiatan umat. Dengan dukungan ini, InsyaAllah Masjid Al-Muna semakin nyaman bagi jamaah,” ujarnya.

Sementara itu, Ustadz Haris menegaskan nilai spiritual dari gotong royong ini.
“Bekerja bersama demi kemaslahatan umum adalah ibadah. Keberkahan akan datang ketika kita saling membantu,” katanya.

Sampai berita ini diterbitkan, proses pengecoran masih berlangsung dan diprediksi akan rampung sekitar pukul 11.00 WIB. Meski demikian, antusiasme warga tetap tinggi hingga tetes keringat terakhir demi mewujudkan tujuan bersama.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *