Banjir Bandang Sungai Cikaso Seret Mobil dan Rendam Rumah di Kampung Parungseah

Mobil Hanyut Diterjang Banjir Bandang di Sukabumi, Puluhan Rumah Tergenang

Sukabumi, kabar-9.com – Banjir bandang melanda Kampung Parungseah, Desa Curugluhur, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, setelah Sungai Cikaso meluap akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut. Sejumlah mobil milik warga terseret arus deras, sementara puluhan rumah dilaporkan terendam air. Kejadian ini memicu kepanikan di tengah masyarakat yang terdampak.

Camat Sagaranten, Ridwan Agus Mulyana, membenarkan insiden ini dan menjelaskan bahwa kendaraan-kendaraan tersebut berada dalam kondisi terparkir saat banjir bandang terjadi.

“Banjir karena luapan Sungai Cikaso. Kondisi kendaraan sedang parkir ketika arus sungai menyeretnya,” ungkap Ridwan saat dikonfirmasi oleh kabar-9.com, Rabu (4/12/2024).

Bacaan Lainnya

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi kejadian, terlihat tiga kendaraan yang terombang-ambing di derasnya aliran Sungai Cikaso. Arus banjir yang kuat menyeret mobil-mobil tersebut hingga ke area yang jauh dari lokasi semula. Selain kerusakan kendaraan, air juga menggenangi rumah-rumah warga di Kampung Parungseah, meskipun jumlah pasti rumah yang terdampak masih dalam pendataan.

“Untuk jumlah rumah warga yang terdampak atau terendam banjir, kami masih mengidentifikasi karena tersebar di beberapa titik dan desa,” tambah Ridwan.

Salah satu warga yang menyaksikan langsung kejadian, Dedi (42), mengungkapkan bagaimana air mulai meluap dengan cepat dan langsung menyapu apa saja yang ada di sekitarnya. “Awalnya hujan deras, lalu air sungai tiba-tiba meluap. Mobil-mobil itu seperti mainan saja terbawa arus,” katanya.

Insiden serupa juga terjadi di Kampung Cieurih, Desa Datarnangka, yang berbatasan dengan Kecamatan Pabuaran. Dalam video amatir yang beredar di media sosial, terlihat momen dramatis sebuah mobil yang mencoba melintasi genangan air akhirnya terguling dan terseret arus deras Sungai Cikaso hingga ke daratan yang juga terendam air.

Camat Ridwan menegaskan bahwa kejadian ini merupakan dampak langsung dari meluapnya Sungai Cikaso.

“Itu terjadi di Kampung Cieurih, Desa Datarnangka, yang berbatasan dengan Kecamatan Pabuaran. Luapan Sungai Cikaso sangat deras sehingga menyulitkan kendaraan untuk bertahan,” jelasnya.

Pihak Kecamatan Sagaranten bersama tim tanggap darurat kini terus berupaya mendata jumlah rumah terdampak, korban jiwa, dan kerugian material. Proses evakuasi warga ke tempat yang lebih aman juga telah dilakukan untuk mencegah risiko lebih besar.

“Kami terus memantau situasi dan sudah mengerahkan bantuan untuk warga yang terdampak. Penanganan darurat sedang dilakukan di sejumlah titik kritis,” tutup Ridwan.

Banjir bandang akibat luapan Sungai Cikaso ini menjadi peringatan serius bagi warga di sekitar bantaran sungai, terutama di musim hujan. Warga diminta untuk tetap waspada dan menghindari area rawan saat cuaca ekstrem terjadi.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *