Mayat Perempuan Ditemukan Mengambang di Sungai Irigasi II Cijeruk Diduga Terpeleset

Proses Evakuasi Mayat Perempuan di Sungai Irigasi II Cijeruk oleh Aparat dan Warga

Tasikmalaya, Kabar-9.com – Warga Kampung Cijeruk, Desa Cintaraja, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, dikejutkan dengan penemuan mayat seorang wanita lanjut usia yang mengambang di saluran irigasi Cikunten II pada Minggu pagi, 2 Februari 2025.

Korban diketahui bernama Odah (75), warga Kampung Cilendek, Desa Sukaasih, Kecamatan Singaparna. Mayatnya pertama kali ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB oleh seorang warga bernama Hendra Sugiar, yang saat itu tengah melintas menggunakan sepeda motor di jalan samping irigasi. Hendra melihat tubuh seorang perempuan terbawa arus dan segera meminta bantuan warga untuk mengevakuasi korban ke tepi irigasi.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Ridwan Budiarta, menjelaskan bahwa korban ditemukan mengenakan kebaya putih bermotif bunga. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), diketahui bahwa lebar saluran irigasi Cikunten II sekitar 6 meter dengan kedalaman 80 sentimeter. Sementara itu, korban memiliki tinggi badan sekitar 147 sentimeter dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya.

Bacaan Lainnya

Menurut keterangan keluarga, sebelum kejadian, Odah sempat sarapan pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Setelah itu, ia diduga meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan keluarga. Korban diketahui tinggal di rumah anaknya, Uci Sanusi, dan menantunya, Dede Sariah. Mengingat usianya yang sudah lanjut dan mengalami pikun, pihak kepolisian menduga bahwa korban terpeleset dan jatuh ke dalam saluran irigasi.

“Jarak rumah korban dengan aliran irigasi Cikunten II sekitar 15 meter. Biasanya, korban sering berjemur dan berkeliling di sekitar rumahnya,” jelas Ridwan.

Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi. “Keluarga sudah menerima kejadian ini sebagai takdir dan tidak menghendaki autopsi,” tambah Ridwan.

Penemuan mayat ini pertama kali dilaporkan oleh perangkat RT setempat yang langsung berkoordinasi dengan warga untuk melakukan evakuasi. Babinsa Koramil 1211/Singaparna, Pelda Bambang Beni K, dan Sertu Wildan bersama Bhabinkamtibmas serta aparat desa segera mendatangi lokasi guna memastikan proses evakuasi berjalan sesuai prosedur.

Setelah menerima laporan, Babinsa langsung berkoordinasi dengan Danramil 1211/Singaparna serta aparat kepolisian. Kepala desa, ketua RW, dan RT juga turut membantu jalannya evakuasi bersama sekitar 12 warga yang berada di lokasi. Aparat kepolisian kemudian memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.

Meskipun keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah, kepolisian tetap melakukan penyelidikan guna memastikan tidak adanya faktor lain yang menyebabkan korban jatuh ke irigasi. Sejumlah warga sekitar yang tinggal di dekat aliran sungai juga dimintai keterangan untuk mencari petunjuk mengenai kemungkinan keberadaan saksi lain.

Kasus ini menjadi pengingat bagi warga sekitar agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama bagi lansia dan kelompok rentan lainnya. Aparat desa dan kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anggota keluarga lanjut usia serta segera melaporkan jika menemukan hal-hal mencurigakan atau membutuhkan bantuan dalam situasi darurat.

(Sehhudin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *