Ayah Hadir Seorang Diri di Wisuda SMK Syahida, Buket Uang Jadi Simbol Cinta dan Pengorbanan

Tanpa Istri, Ayah Ini Hadir Membawa Buket Uang di Wisuda Anaknya

Tasikmalaya, kabar-9.com – Sebuah momen haru mewarnai prosesi kelulusan salah satu siswi SMK Syahida yang digelar di Gunungkicau, Desa Sukakarsa, kecamatan sukarame Kabupaten Tasikmalaya. Di tengah suasana meriah, seorang ayah bernama Abdul Manaf mencuri perhatian publik ketika ia hadir seorang diri, menggantikan sang istri yang tidak bisa mendampingi putrinya di hari yang sangat berarti. (Sabtu 17 Mei 2025)

Pada pukul 07.38 pagi, dalam unggahan status WhatsApp pribadinya, manaf membagikan foto dirinya memegang sebuah buket uang — susunan uang pecahan Rp50.000 yang dibentuk seperti bunga, dihiasi pita biru dan mawar putih. Ia menuliskan kalimat yang menyentuh:

“Bismillah…Nak, hari ini hanya ayah yang bisa hadir menyaksikanmu lulus dari SMK Syahida. Tapi percayalah, cinta dan doa ibu pun selalu menyertaimu. Ayah serahkan buket ini sebagai tanda cinta dan rasa bangga yang tak terhingga. Lulus dari SMK Syahida bukanlah akhir, tapi awal dari perjalananmu yang sesungguhnya. Semoga setiap langkahmu ke depan penuh keberkahan, keberanian, dan kesuksesan.Teruslah menjadi anak yang berbakti, rendah hati, dan pantang menyerah. Ayah dan ibu selalu mendoakan yang terbaik untukmu. Selamat atas kelulusanmu, anakku” Tulisnya

Bacaan Lainnya

Sang istri diketahui tidak bisa hadir karena alasan tertentu dan keterbatasan kondisi keluarga. Namun, Manaf tetap membawa semangat dan cinta keluarganya ke acara tersebut. Dalam wawancara singkat, ia mengungkapkan:

“Kami ingin anak kami tahu bahwa dia tidak sendirian. Di balik setiap lembar nilai dan ijazah itu, ada peluh dan doa orang tua.”

Buket uang tersebut bukan sekadar bentuk hadiah kelulusan. manaf menyatakan bahwa itu merupakan simbol kerja keras dan cinta:

“Ini bukan soal nominal. Ini tentang penghargaan atas perjuangannya selama tiga tahun ini. Ayah mungkin tidak bisa memberi banyak, tapi kami ingin dia tahu bahwa kami sangat bangga.”

Guru dan wali kelas di SMK Syahida turut menyampaikan apresiasi. Salah satu guru mengungkapkan:

“Ini momen yang menyentuh kami semua. Kadang kelulusan identik dengan pesta, tapi hari ini kami diingatkan tentang makna sejati dari pengorbanan.”

Banyak siswa juga mengaku tersentuh setelah melihat unggahan tersebut. Seorang siswi berkata:

“Saya jadi ingat ayah saya di rumah. Kadang kita lupa bahwa orang tua mendukung kita dalam diam.”

Ucapan selamat juga datang dari berbagai pihak, termasuk dari Harun Alby, salah satu kawan dekat keluarga dan sahabat yang dikenal akrab dengan Abdul Manaf. Ia menyampaikan ucapan selamat kepada putri Abdul Manaf yang bernama Ade Rinrin:

“Saya bangga dengan Ade. Dia anak yang tekun dan kuat. Semoga ilmu yang didapat di SMK Syahida bisa bermanfaat untuk masa depannya. Ini baru awal dari perjalanan panjang yang lebih hebat. Selamat ya, Rin!”

Kelulusan tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari perjalanan hidup yang dilalui bersama keluarga. Momen Manaf bersama putrinya menjadi pengingat bahwa cinta sejati orang tua hadir dalam bentuk yang sederhana, tulus, dan penuh makna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *