Aceh Besar, kabar-9.com – Suasana penuh kebersamaan dan religius mewarnai acara kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid Al Maghfirah Habib Syiek, Gampong Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar. Kegiatan ini berlangsung meriah dengan kehadiran ratusan jamaah dari berbagai daerah,
Dalam acara tersebut, jamaah duduk bersama di bawah tenda besar yang telah disiapkan panitia, menikmati hidangan khas kenduri Maulid Aceh, yaitu kuah beulangong. Selain itu, acara juga diisi dengan pembacaan zikir, shalawat, serta tausiah yang menekankan pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.
Seorang panitia menyebutkan bahwa tradisi kenduri Maulid di Aceh bukan hanya sebatas perayaan, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga.
“Maulid ini menjadi momentum kita untuk berkumpul, saling berbagi rezeki, dan menanamkan nilai-nilai Islami kepada generasi muda,” ungkapnya.
Masjid Al Maghfirah Habib Syiek sendiri memiliki nilai historis bagi masyarakat Kajhu. Masjid ini pernah menjadi saksi bisu dahsyatnya gelombang tsunami tahun 2004 yang meluluhlantakkan sebagian besar wilayah Aceh. Kini, masjid tersebut tetap berdiri kokoh dan menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat.
Tradisi kenduri Maulid di Aceh biasanya berlangsung hingga tiga bulan, dimulai dari bulan Rabiul Awal. Kegiatan ini tidak hanya diisi dengan doa dan zikir, tetapi juga menjadi ajang berbagi dengan anak yatim, fakir miskin, dan kaum dhuafa.
Acara di Masjid Al Maghfirah Habib Syiek Kajhu ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh ulama setempat, seraya memohon keberkahan bagi umat Islam serta keselamatan bagi masyarakat Aceh.
(Red)