Seorang Ibu Dianiaya Saat Ziarah di Makam Anaknya, Korban Ditemukan Kritis di Selokan

Saat ini, NH tengah menjalani perawatan medis intensif di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya

Tasikmalaya, kabar-9.com – Kesucian niat seorang ibu berujung tragedi memilukan. Warga Kampung Gunung Bubut, Kelurahan Cipawitra, Kecamatan Mangkubumi, Tasikmalaya, digegerkan oleh aksi penganiayaan keji yang menimpa seorang ibu rumah tangga berinisial NH pada Rabu (11/03).

Korban ditemukan dalam kondisi kritis setelah diserang secara brutal oleh seorang pria berinisial (U) saat sedang membersihkan makam mendiang buah hatinya.

Peristiwa bermula ketika NH mendatangi area pemakaman umum di Kampung Gunung Bubut di siang hari. Kedatangan NH bertujuan untuk merawat, membersihkan rumput, dan mendoakan makam anaknya yang telah tiada.

Bacaan Lainnya

Namun, tanpa disadari, gerak-gerik korban diduga telah dipantau oleh pelaku U, warga Kampung Cilamajang, yang saat itu berpura-pura sedang memancing (ngusep) di sebuah saluran air (susukan) dekat area pemakaman. Memanfaatkan situasi makam yang sepi dan jauh dari pemukiman, pelaku melancarkan aksinya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, pelaku diduga menyergap korban di area gundukan tanah (hunyur). Korban yang terkejut mencoba melakukan perlawanan, namun pelaku justru bertindak semakin beringas.

NH dihantam berulang kali menggunakan benda tumpul dan pukulan keras yang mengenai bagian wajah. Setelah korban tidak berdaya, pelaku menyeret tubuh NH ke area yang lebih tersembunyi—yakni sebuah selokan air di pinggir pesawahan—untuk menyembunyikan jejak kejahatannya.

Pencarian yang dilakukan warga setempat membuahkan hasil yang memilukan. NH ditemukan tergeletak tak berdaya di dalam selokan dengan kondisi pakaian yang kotor dan luka-luka di sekujur tubuh.

Dokumentasi dari lokasi menunjukkan korban mengalami trauma hebat pada area wajah:

  • Mata dan mulut membengkak parah akibat hantaman keras.

  • Pendarahan aktif di bagian wajah.

  • Kondisi Lemas: Saat ditemukan, korban hampir tidak sadarkan diri.

Saat ini, NH tengah menjalani perawatan medis intensif di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Korban dilaporkan harus dibantu dengan alat pernapasan (oksigen) dan mengalami trauma psikologis yang sangat mendalam.

Aparat kepolisian dari Polsek Mangkubumi bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku U tak lama setelah kejadian. Penangkapan ini meredam kemarahan warga yang sempat memanas di lokasi kejadian.

Pihak Kelurahan Cipawitra dan tokoh masyarakat setempat mengecam keras tindakan pelaku.

“Kejadian ini sangat biadab. Dilakukan di tempat sakral saat korban sedang mendoakan anaknya, apalagi ini di bulan suci. Kami mendesak pihak kepolisian memberikan hukuman yang seberat-beratnya agar ada efek jera,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, pelaku U masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Tasikmalaya Kota untuk mendalami motif di balik aksi kejinya, apakah murni penganiayaan atau ada unsur percobaan tindakan asusila. Lokasi kejadian kini telah dipasangi garis polisi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *