GERNAS RATIK dan Rakor Guru Ngaji Warnai Desa Sukakarsa: 102 Guru Ngaji Terima Insentif

Anak-Anak RA & PAUD Meriahkan GERNAS RATIK, 102 Guru Ngaji Terima Insentif di Desa Sukakarsa

Tasikmalaya, kabar-9.com – Desa Sukakarsa, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, menjadi pusat perhatian pada Kamis (2/10/2025). Dua agenda besar berlangsung sekaligus, yakni GERNAS RATIK (Gerakan Nasional RA Membatik) dan Rapat Koordinasi (Rakor) Guru Ngaji.

Acara GERNAS RATIK dipusatkan di GOR Desa Sukakarsa. Ratusan anak RA, TK, dan PAUD tampak antusias menyalurkan kreativitas melalui menggambar dan mewarnai dengan tema kebudayaan batik. Kehadiran orang tua dan guru menambah semarak suasana, menjadikannya penuh warna dan keceriaan.

Panitia Lomba menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan ini.

Bacaan Lainnya

“Kami ingin anak-anak sejak dini mengenal dan mencintai budaya bangsa, salah satunya batik. Kegiatan ini juga sekaligus melatih keberanian dan kreativitas mereka di depan umum. Alhamdulillah antusiasme peserta dan dukungan orang tua sangat luar biasa,” ungkapnya.

Sementara itu, di lantai atas Kantor Desa Sukakarsa, Rakor Guru Ngaji dihadiri 102 ustaz dan ustazah. Forum ini membahas strategi peningkatan kualitas pembelajaran Al-Qur’an, peran guru dalam membina akhlak generasi muda, hingga penguatan koordinasi pembinaan keagamaan di masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Desa Sukakarsa juga menyerahkan insentif kepada 102 guru ngaji. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mendidik anak-anak belajar Al-Qur’an.

Kepala Desa Sukakarsa, Elang Suherlan, menegaskan pentingnya keseimbangan antara pendidikan umum dan pendidikan agama.

“Anak-anak perlu dibina sejak dini, baik dari segi kreativitas maupun keagamaan. GERNAS RATIK menjadi wadah menumbuhkan imajinasi mereka, sementara Rakor Guru Ngaji memperkokoh sinergi pengajar agama. Insentif ini adalah bentuk penghargaan atas perjuangan mereka mendidik generasi Qur’ani,” ujarnya.

Salah satu ustadz peserta Rakor, mengaku senang dengan perhatian yang diberikan pemerintah desa.

“Kami para guru ngaji biasanya mengajar dengan penuh keikhlasan tanpa banyak menuntut. Tapi saat ada perhatian seperti ini, rasanya sangat berharga dan menambah semangat kami untuk terus membimbing anak-anak agar lebih cinta Al-Qur’an,” tuturnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Para orang tua bangga melihat kreativitas anak-anak, sedangkan para guru ngaji merasa terbantu dengan adanya forum koordinasi sekaligus perhatian berupa insentif.

Dengan terselenggaranya dua kegiatan tersebut, Desa Sukakarsa menegaskan komitmennya mencetak generasi yang kreatif, religius, dan berkarakter, sejalan dengan visi pembangunan masyarakat yang seimbang antara pendidikan umum dan keagamaan.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *