Jelang PSU Tasikmalaya 2025, Siapa yang Unggul? Cecep–Asep Makin Percaya Diri, Iip–Ai dan Iwan–Dede Tak Mau Kalah

Elektabilitas Terkini Pasangan Calon dalam PSU Pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2025 (Survei Indikator, April 2025)

Tasikmalaya, kabar-9.com – Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kabupaten Tasikmalaya yang dijadwalkan pada Sabtu, 19 April 2025 tinggal menghitung hari. Ketiga pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati kembali memanaskan suhu politik Tasikmalaya dengan berbagai strategi dan konsolidasi untuk merebut simpati lebih dari 1,4 juta pemilih yang tersebar di 39 kecamatan.

PSU ini digelar setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa hasil Pilkada 2024 tidak sah karena Ade Sugianto, calon petahana, dinilai telah menjabat dua periode penuh. Dengan diskualifikasinya pasangan Ade–Iip, peta politik berubah drastis, memunculkan peluang besar bagi semua kontestan.

🔁 Tiga Paslon Bertarung Ulang

1. Cecep Nurul Yakin – Asep Sopari Al Ayubi
Pasangan ini menjadi sorotan karena tampil sebagai penantang kuat. Sebelumnya, mereka berada di posisi kedua pada Pilkada 2024. Kini, mereka tampil lebih siap dan percaya diri menghadapi PSU. Dukungan penuh datang dari Koalisi Dewan Masjid (KDM), tokoh pesantren, hingga jaringan relawan muda dan emak-emak.

Bacaan Lainnya

“Kesempatan kedua ini tidak akan kami sia-siakan. Kami optimistis bisa unggul, karena rakyat ingin pemimpin baru yang lebih merakyat dan bersih,” kata Cecep dalam safari politik di Kecamatan Sukarame, Rabu (16/4).

2. Iwan Saputra – Dede Muksit Aly
Pasangan ini diusung oleh Partai Golkar dan PAN serta didukung oleh delapan partai non-parlemen. Mereka memfokuskan strategi kampanye pada sektor infrastruktur dan ekonomi kerakyatan, terutama di wilayah utara dan selatan Tasikmalaya yang masih tertinggal.

“Kami tidak ingin terlalu banyak janji. Masyarakat butuh kerja nyata, dan kami sudah punya pengalaman,” ujar Iwan saat berdialog dengan petani di Cikalong.

3. Iip Miftahul Paoz – Ai Diantani
Setelah Ade Sugianto didiskualifikasi, Iip Miftahul Paoz tetap maju bersama calon baru, Ai Diantani, menggantikan posisi Ade. Meski sempat dilanda gonjang-ganjing politik internal, pasangan ini tetap yakin mampu mempertahankan basis dukungan dari para loyalis Ade Sugianto.

“Kami siap lanjutkan visi misi perubahan yang telah dimulai. Rakyat sudah tahu siapa kami,” tegas Ai Diantani dalam kampanye terbuka di Manonjaya.

📊 Elektabilitas Terbaru: Dinamika Masih Bergerak

Survei elektabilitas terakhir sebelum diskualifikasi Ade Sugianto menunjukkan pasangan Ade–Iip unggul dengan 49,5%. Namun, pascadiskualifikasi, peta suara diperkirakan akan berubah secara signifikan.

Beberapa lembaga survei menyebutkan tren kenaikan elektabilitas pasangan Cecep–Asep, disusul Iwan–Dede, sementara pasangan Iip–Ai mengalami fluktuasi karena kehilangan efek petahana.

📝 Catatan Akhir: Semua Masih Bisa Berubah

Dengan waktu tersisa dua hari menjelang pemungutan suara, ketiga pasangan intens memperkuat basis, memperluas jaringan saksi, dan menggalang dukungan akar rumput. Pemilih pemula dan pemilih swing diprediksi akan menjadi penentu utama kemenangan.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tasikmalaya pun terus mengingatkan masyarakat untuk datang ke TPS dan menggunakan hak pilihnya secara bijak.

Untuk saat ini, berdasarkan data survei terakhir dari Indikator, pasangan Cecep Nurul Yakin – Asep Sopari Al Ayubi unggul dengan 38,5% suara, disusul oleh Iwan Saputra – Dede Muksit Aly (32,0%) dan Iip Miftahul Paoz – Ai Diantani (29,5%).

Namun, siapa yang benar-benar unggul di akhir (saat PSU digelar) akan sangat bergantung pada beberapa faktor krusial:


🔍 Faktor Penentu Kemenangan di PSU Pilkada Tasikmalaya 2025

  1. Mobilisasi Pemilih di Hari H
    Pasangan dengan jaringan akar rumput dan relawan yang solid bisa membalikkan hasil survei. Elektabilitas tinggi tak akan berarti bila partisipasi pemilih rendah.

  2. Suara Mengambang (Undecided Voters)
    Meski kecil, suara 6-7% yang belum menentukan pilihan bisa menjadi penentu. Jika mayoritas mengalir ke salah satu paslon di detik akhir, bisa mengubah peta.

  3. Dukungan Tokoh Lokal dan Ulama
    Di Tasikmalaya yang kental dengan kultur santri dan pesantren, endorsement tokoh kharismatik bisa berpengaruh besar dalam memengaruhi basis tradisional.

  4. Isu Terakhir dan Serangan Udara
    Kampanye negatif, black campaign, maupun kabar viral di hari-hari terakhir bisa memengaruhi persepsi swing voters secara cepat.

  5. Soliditas Tim Pemenangan
    Paslon dengan strategi distribusi logistik pemilu yang efektif, saksi TPS lengkap, dan pengawalan suara kuat punya peluang unggul secara faktual.

🧭 Prediksi Sementara Redaksi kabar-9.com

Jika tren positif pasangan Cecep–Asep bertahan hingga hari pemungutan suara dan tidak terganggu oleh isu besar, mereka berpotensi menjadi pemenang PSU. Namun, Iwan–Dede dan Iip–Ai masih sangat kompetitif, terutama jika mampu merebut suara swing dan undecided voters di detik terakhir.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tasikmalaya terus mengingatkan masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya secara bijak dan hadir di TPS pada Sabtu, 19 April 2025.


Sumber:

  • Indikator Politik Indonesia, Rilis Survei Elektabilitas Pilkada Tasikmalaya, 15 April 2025

  • Putusan Mahkamah Konstitusi RI Nomor 92/PHP.BUP-XI/2025

  • Laporan lapangan dan wawancara redaksi kabar-9.com (14–16 April 2025)

  • Pernyataan para calon dari media sosial resmi tim pemenangan dan siaran langsung kampanye publik.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *