Kajian Perdana di Masjid Sumur Picung Disambut Antusias, Warga Bongas Mantapkan Komitmen untuk Syiar Rutin

KH. Dudung Abdul Latief dan Jamaah Kajian Bulanan Perdana di Kampung Bongas

Tasikmalaya– kabar-9.com – Sabtu malam, 2 Agustus 2025, menjadi awal baru bagi masyarakat Kampung Bongas, Desa Sukakarsa, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya. Bertempat di Masjid Sumur Picung, warga menggelar kajian perdana sebagai bagian dari program baru yang akan dilaksanakan rutin setiap minggu pertama di awal bulan.

Kegiatan dibuka oleh Dudi, salah satu guru di Yayasan SMP 17 Kampung Bongas, yang juga menjadi inisiator dan penggerak awal acara ini. Dalam sambutannya, Dudi menyampaikan bahwa kajian ini bertujuan untuk menggerakkan kembali para alumni Madrasah Sumur Picung serta anak-anak remaja, agar lebih dekat dengan syiar agama Islam dan menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan karakter Islami.

“Kita ingin generasi muda kembali merasa memiliki masjid. Mereka harus melihat masjid sebagai tempat yang akrab, bukan asing. Inilah semangat utama kajian ini,” ujar Dudi di hadapan jamaah.

Bacaan Lainnya

Kajian perdana menghadirkan Kyai Dudung Abdul Latief sebagai penceramah utama. Jamaah yang hadir berasal dari berbagai kalangan: tokoh masyarakat, ketua RT/RW, pemuda, ibu-ibu, serta alumni Madrasah Sumur Picung.

Dalam ceramahnya, KH. Dudung menekankan pentingnya ukhuwah Islamiyah, serta menjaga semangat menuntut ilmu dan syiar Islam di tengah gempuran budaya digital yang menjauhkan generasi muda dari nilai-nilai agama.

“Masjid harus menjadi pusat cahaya bagi umat. Jangan biarkan generasi muda kehilangan arah. Inisiatif ini harus dijaga agar syiar Islam tetap hidup,” pesannya.

Rangkaian acara juga dilengkapi dengan tawassul, mahalul qiyam, dan tadarusan bersama, menciptakan suasana khusyuk dan penuh makna. Meskipun waktu pelaksanaan terbatas, antusiasme warga tidak surut hingga acara berakhir.

Salah satu panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan program Madrasah Sumur Picung yang akan dijadikan agenda tetap bulanan.

“Ini bukan hanya tentang ilmu, tapi tentang membangun kembali kedekatan antarwarga, khususnya generasi muda, dengan masjid dan nilai-nilai Islam,” ujarnya.

Dengan dukungan luas dari warga, kajian bulanan di Masjid Sumur Picung kini menjadi simbol kebangkitan spiritual masyarakat Bongas. Islam masih ada. Syiar masih menyala. Dan semuanya bermula dari semangat kolektif untuk kembali ke masjid.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *