Bandung, kabar-9.com – Semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama masyarakat Indonesia. Hal ini tampak jelas dalam kegiatan kerja bakti yang dilakukan warga Kampung Namicalung RW 005, Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, pada Jumat pagi (1/8/2025).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 06.30 hingga 09.00 WIB ini dipusatkan di sepanjang Jalan Raya Sangiang—yang juga dikenal sebagai “Jalan Cinta” Bojong Majalaya—jalur yang kerap digunakan oleh warga lokal dan luar desa untuk jalan sehat setiap pagi.
Fokus utama kerja bakti kali ini adalah pembersihan saluran irigasi yang mulai tersumbat oleh sampah dan lumpur. Warga terlihat sangat antusias, membawa berbagai perlengkapan seperti cangkul, sapu, serok, karung sampah, hingga gerobak roda. Beberapa dari mereka juga membakar sampah yang telah dikumpulkan agar tidak kembali berserakan.
“Alhamdulillah, berkat kerja sama yang baik antara warga RW 005 yang dipimpin oleh Bapak Heri Supriadi, serta dukungan dari RT dan RW setempat, lingkungan Kampung Namicalung bisa terus dirawat bersama,” ujar T. Nurhayati, salah satu warga yang turut hadir.
Ustadz Heri, yang memimpin kegiatan tersebut, juga menyampaikan semangatnya,
“Sedang kerja bakti eksekusi pembersihan sampah di wilayah RW 005 dan RW 013, tepat di perbatasan. Sampah liar sedang dieksekusi. Sip! Bedas! Bedaskeun!” Ujarnya
Selain membersihkan lingkungan, momen ini juga dimanfaatkan untuk melakukan penanaman pohon sebagai pembatas alami antara RW 005 dan RW 013. Kegiatan ini menjadi simbol kepedulian lingkungan sekaligus mempererat hubungan antarwarga di dua wilayah tersebut.

Penanaman dilakukan secara bersama-sama, dimulai dari titik perbatasan yang telah dibersihkan. Jenis tanaman yang digunakan merupakan tanaman hias dan pohon keras berukuran kecil hingga sedang yang cocok tumbuh di area pematang sawah dan pinggir jalan.
“Selain menambah keindahan, pohon-pohon ini juga akan menjadi penanda wilayah yang hidup dan alami, bukan tembok pembatas,” ujar Abdul Manaf,
warga setempat yang ikut serta menanam pohon. Ia juga menyampaikan harapannya agar kegiatan ini bisa menjadi awal dari banyak aksi positif lainnya.
“Semoga kerja bakti ini terus berlanjut, karena kebersihan adalah sebagian dari iman. Jaga bumi, dan dia akan menjagamu,” tambahnya.

Kegiatan ini juga sekaligus menjadi bagian dari semarak peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Warga menghiasi area kegiatan dengan atribut kemerdekaan, seperti:
-
Warna Merah Putih dan Lambang Garuda, sebagai representasi semangat nasionalisme dan kebanggaan terhadap tanah air.
-
Tulisan “RW 05”, sebagai tanda identitas wilayah yang kompak dan aktif.
-
Ornamen Burung Garuda dan Bintang, memperkuat nuansa kebangsaan dan cinta terhadap NKRI.
Kerja bakti ini tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan tertata, tetapi juga mempererat kebersamaan dan kekompakan warga. Diharapkan kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara rutin, menjadi budaya positif, dan ditiru oleh wilayah lainnya demi terwujudnya desa yang bersih, sehat, dan harmonis.