Tasikmalaya, Kabar-9.com – Di bawah kepemimpinan visioner Bapak Ece, industri gula aren lokal kini memasuki babak baru yang lebih terarah dan berkelanjutan. Melalui filosofi “Malaganti Enau”, yang secara harfiah bermakna mengganti atau menghidupkan kembali kejayaan pohon enau (aren), ia menghadirkan inovasi produk berbasis kearifan lokal dengan pendekatan modern.
Filosofi tersebut diwujudkan melalui peluncuran tiga lini produk strategis yang dirancang untuk menjangkau berbagai segmen pasar, mulai dari kebutuhan rumah tangga sehari-hari hingga pasar ritel modern dan premium. Langkah ini sekaligus menjadi upaya nyata mengangkat citra gula aren sebagai pemanis alami yang sehat dan bernilai ekonomi tinggi.
Dalam wawancara langsung bersama wartawan media Kabar-9.com, Bapak Ece menegaskan bahwa pohon enau memiliki makna lebih dari sekadar komoditas.
“Enau itu simbol kesejahteraan masyarakat. Kalau dikelola dengan benar, manfaatnya bisa dirasakan dari petani sampai konsumen. Malaganti Enau adalah ikhtiar kami untuk mengembalikan kejayaan itu,” ujar Bapak Ece.
Tiga Pilar Produk Malaganti Enau
Untuk memperkuat posisi di pasar, Bapak Ece menetapkan struktur produk yang jelas dan saling melengkapi sebagai pilar utama Malaganti Enau.
Gula Aren Kubus (Klasik) hadir sebagai produk inklusif yang dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Bentuk kubus yang ikonik tetap mempertahankan nilai tradisional, namun dikemas secara praktis sehingga mudah digunakan untuk kebutuhan dapur harian.
Sementara itu, A’MESSNA (Ritel & Distribusi) diposisikan sebagai ujung tombak pemasaran di tingkat pengecer. Produk ini menyasar warung tradisional hingga supermarket modern dengan kemasan toples menarik dan branding yang kuat, sehingga lebih mudah diterima oleh pasar luas.
Adapun MALÉNA (Premium & Praktis), yang merupakan akronim dari Malaganti Enau, hadir dalam format gula aren semut kemasan stick 6 gram. Produk ini menyasar konsumen dengan mobilitas tinggi yang mengutamakan kepraktisan, higienitas, dan gaya hidup sehat tanpa meninggalkan cita rasa alami.
“Kami ingin gula aren tidak hanya identik dengan dapur tradisional, tapi juga bisa dibawa ke kantor, perjalanan, bahkan ke luar daerah. Di situlah MALÉNA kami hadirkan,” tambahnya.
Kualitas Nutrisi dan Legalitas Terjamin
Seluruh produk di bawah naungan Bapak Ece tetap menjaga kualitas dan kandungan gizi alami. Beberapa varian, seperti A’MESSNA, mengandung Kalsium 76 mg dan Fosfor 37 mg yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Komitmen terhadap profesionalisme juga dibuktikan dengan kepemilikan izin P-IRT serta sertifikasi Halal Indonesia, sehingga produk-produk yang diproduksi oleh Bumi Jaya Sejahtera dipastikan memenuhi standar keamanan pangan nasional.
Misi Sosial dan Ekonomi
Diproduksi di wilayah Sariwangi, Tasikmalaya, inovasi Malaganti Enau bukan semata-mata berorientasi bisnis. Gerakan ini membawa misi sosial untuk meningkatkan kesejahteraan petani aren sekaligus menjaga kelestarian pohon enau sebagai pilar ekonomi hijau di Jawa Barat.
“Kalau petani sejahtera, produksi terjaga, dan konsumen percaya, maka ekonomi lokal akan tumbuh dengan sendirinya,” pungkas Bapak Ece.
Dengan strategi tiga lapis produk tersebut, Bapak Ece berhasil membuktikan bahwa produk lokal mampu bertransformasi menjadi merek profesional dan kompetitif, dari meja makan sederhana hingga rak supermarket bergengsi.
(Red)