MCSR.COM, Tasikmalaya — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat 264 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang 2026 hingga 13 September.
Kebakaran tersebut tersebar di 252 desa/kelurahan dan 137 kecamatan, dengan total lahan terbakar mencapai 416,08 hektare.
Kabupaten Sumedang menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 64 kasus. Disusul Ciamis 34 kejadian, Kabupaten Bandung 22, Subang 20, dan Majalengka 18 kejadian.
Di Kabupaten Subang, karhutla bahkan terjadi di sejumlah lokasi secara bersamaan. Kondisi tersebut membuat petugas gabungan kewalahan karena keterbatasan armada pemadam.
Selain karhutla, kekeringan juga masih menjadi ancaman serius. BPBD Jabar mencatat kekeringan telah berdampak pada 660 desa/kelurahan di 246 kecamatan, dengan sekitar 291.607 kepala keluarga atau 943.492 jiwa terdampak.
Untuk membantu warga, distribusi air bersih hingga 13 September 2026 mencapai 25.002.900 liter. Bantuan juga dikirim ke sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Tasikmalaya.
BPBD Jabar terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, Dinas Kehutanan, serta instansi terkait untuk menangani kekeringan sekaligus mengantisipasi karhutla.
Sementara itu, BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Jawa Barat masih didominasi kondisi cerah dan kering pada 14–20 September 2026, dengan peluang hujan lokal yang terbatas di sejumlah wilayah.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kekurangan air, kekeringan lahan pertanian, serta potensi munculnya titik panas yang dapat memicu kebakaran.
MCSR.COM mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan jika menemukan titik api.
Sumber data:
- BPBD Provinsi Jawa Barat, data per 13 September 2026 pukul 07.00 WIB.
- BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Barat, prakiraan kondisi cuaca periode 14–20 September 2026.
- Data karhutla dan kekeringan sebagaimana diberitakan berdasarkan keterangan/data BPBD Jawa Barat.
(*)










