Tasikmalaya , kabar-9.com – Sabtu malam, 16 November 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tasikmalaya menggelar debat publik kedua sebagai rangkaian tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya 2024. Bertempat di Hotel Alhambra, Singaparna, debat ini mengusung tema besar “Strategi Meningkatkan Daya Saing Melalui Transformasi Ekonomi dan Good Government”.
Acara ini menjadi kesempatan terakhir bagi tiga pasangan calon (Paslon) untuk menyampaikan visi, misi, serta program unggulan mereka kepada masyarakat sebelum memasuki masa pemilihan pada 27 November 2024 mendatang.
Berbeda dengan debat pertama yang penuh dinamika dan saling sindir antar Paslon, debat kedua berlangsung lebih santun. Ketiga pasangan calon fokus memaparkan program kerja unggulan mereka tanpa saling menyerang satu sama lain.
Sejak sesi pertama yang diisi dengan pemaparan visi-misi, hingga sesi-sesi selanjutnya, debat terasa seperti mimbar promosi. Masing-masing Paslon berlomba-lomba menunjukkan gagasan terbaik untuk meyakinkan masyarakat.
Namun, dinamika debat yang terkesan “aman” ini justru memunculkan fenomena unik. Pada sesi kedua debat, ketika acara memasuki waktu istirahat, sebagian besar audiens, termasuk pendukung Paslon dan tamu undangan, meninggalkan ruangan. Mereka tidak diperbolehkan masuk kembali oleh panitia hingga sesi berikutnya dimulai. Alhasil, pemandangan kursi kosong mendominasi ruang debat untuk sementara waktu.
Menariknya, ketiga Paslon tampil kompak dengan mengenakan kemeja putih yang hampir identik. Tren ini sudah terlihat sejak tahapan penetapan dan pengundian nomor urut, serta berlanjut pada debat pertama dan kedua. Keseragaman ini mencerminkan nuansa netralitas, meskipun masing-masing Paslon berlomba-lomba menonjolkan identitas programnya.
Ami Imron Tamami, Ketua KPU Kabupaten Tasikmalaya, menyatakan bahwa ketiga Paslon mampu menguasai tema debat dengan baik. Menurutnya, tema “Strategi Meningkatkan Daya Saing Melalui Transformasi Ekonomi dan Good Government” menggarisbawahi pentingnya inovasi dan tata kelola pemerintahan yang efektif untuk lima tahun ke depan.
“Dari segi pertanyaan panelis, semuanya telah terjawab dengan pemaparan konsep dan rencana yang akan dilaksanakan oleh setiap Paslon ketika nanti terpilih,” ungkap Ami.
Ia juga menambahkan bahwa tujuan utama debat adalah membantu masyarakat memahami gagasan setiap calon sehingga mereka dapat memilih berdasarkan hati nurani dan keyakinan pribadi.
Dengan enam indikator yang diangkat dalam debat, KPU berharap Paslon mampu memberikan solusi yang konkret untuk membangun Kabupaten Tasikmalaya. Debat ini juga diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat untuk menentukan pilihan terbaik dalam memilih pemimpin yang dapat membawa perubahan nyata.
Kini, perhatian masyarakat tertuju pada tanggal 27 November 2024, saat mereka akan menentukan pasangan Bupati dan Wakil Bupati yang akan memimpin Tasikmalaya untuk lima tahun mendatang.
Sebagai salah satu tahapan terakhir, debat ini menjadi penentu bagi Paslon untuk memperkuat kepercayaan masyarakat. Apakah mereka berhasil? Itu semua akan terjawab di bilik suara.
(Red)










