Tasikmalaya,kabar-9.com – Hampir 15 tahun lamanya, warga Kampung Lendoh di Kabupaten Tasikmalaya harus menerima kenyataan pahit karena tidak bisa menikmati jalan hotmix yang mulus seperti daerah lainnya. Jalan Cangkudu-Cilingga, yang terletak di Desa Wargakerta, Kecamatan Sukarame, menjadi saksi bisu keluhan warga yang tak kunjung direspon pemerintah.
Sebagai bentuk protes, warga dari tiga kampung di dua desa bersatu menanam pohon pisang dan melepas ikan lele di genangan jalan berlubang sepanjang tiga kilometer pada Senin (18/11/2024).
Acef Miftahul Soleh, salah seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa kondisi jalan tersebut sudah memprihatinkan selama lebih dari satu dekade.
“Jalan ini hampir 15 tahun tidak pernah diaspal atau dihotmix seperti daerah lainnya, padahal ini berada di pusat kota,” ujar Acef.
Ia menambahkan, sejak kepemimpinan Bupati Uu Ruzhanul Ulum hingga dilanjutkan oleh Bupati Ade Sugianto, jalan tersebut tetap dibiarkan rusak dan berlubang meski anggaran pembangunan daerah cukup besar.
“Selama 15 tahun itu, jalan-jalan rusak di Kabupaten Tasikmalaya, khususnya di wilayah kami, tidak diperhatikan. Padahal, setiap tahun kami tetap membayar pajak bumi dan bangunan. Tapi yang datang hanya janji kampanye,” keluhnya.
Acef juga menyoroti data infrastruktur yang menunjukkan bahwa baru 56 persen jalan di Kabupaten Tasikmalaya berada dalam kondisi baik, sementara 44 persen lainnya masih terbengkalai.
Ia berharap pemerintahan yang baru dapat mempercepat perbaikan infrastruktur, khususnya di daerah-daerah terpencil.
“Mudah-mudahan dengan kepemimpinan baru, jalan rusak ini segera dihotmix. Jangan cuma janji politik saja. Waktu minta suara rajin datang, sekarang setelah jadi pemimpin malah membiarkan rakyat sengsara,” tandas Acef.
Kabar ini menjadi pengingat serius bagi pemerintah daerah untuk tidak menunda perbaikan jalan demi kesejahteraan masyarakat.
(Red)










