Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di Tasikmalaya: Perkuat Nasionalisme dan Cegah Radikalisme

Peserta Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di GOR Desa Bugel, Ciawi, Tasikmalaya, Selasa (19/11/2024)

Tasikmalaya, kabar-9.com  – Satgaswil Jawa Barat dari Densus 88 Antiteror menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan di GOR Desa Bugel, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan ini menjadi momen penting untuk memperkuat rasa nasionalisme dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat. (19/11/2024).

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh masyarakat setempat. Dalam suasana yang penuh antusiasme, peserta mendapatkan pemahaman mendalam tentang pentingnya menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, serta semboyan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi hidup berbangsa dan bernegara.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat guna mencegah berkembangnya pemahaman yang mengarah pada intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme. Dalam sambutannya, perwakilan dari Densus 88 menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman yang dapat merusak persatuan bangsa.

Bacaan Lainnya

“Kita semua memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan NKRI. Melalui penguatan wawasan kebangsaan, masyarakat dapat terhindar dari pengaruh negatif yang berpotensi memecah belah,” ujar seorang narasumber dari Satgaswil Jabar.

Mantan narapidana terorisme (napiter), Mohamad Iqbal, turut memberikan testimoni yang menggugah. Ia berbagi pengalamannya dan mengajak masyarakat untuk memperkuat persatuan melalui pemahaman yang benar tentang ideologi bangsa.

“Melalui pemahaman yang benar tentang Pancasila, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika, kita dapat menjaga keberagaman dan menghindari pemikiran radikal yang dapat merusak keharmonisan dalam masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa integrasi kembali ke masyarakat setelah menjalani pembinaan adalah kesempatan untuk menyebarkan pesan damai dan toleransi.

Masyarakat yang hadir mengapresiasi kegiatan ini, terutama karena pendekatan yang digunakan terasa inklusif dan mudah dipahami. Salah satu peserta, Anwar (40), menyebutkan bahwa sosialisasi ini memberikan wawasan baru yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

“Kami merasa lebih sadar akan pentingnya menjaga persatuan dan saling menghargai di tengah keberagaman,” ujar Anwar.

Dengan berlangsungnya kegiatan seperti ini, diharapkan masyarakat semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan, sehingga menjadi benteng kokoh terhadap ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Densus 88 dalam mencegah ancaman radikalisme melalui pendekatan edukasi yang humanis. Selain itu, keberadaan mantan napiter sebagai narasumber juga diharapkan dapat memberikan inspirasi bahwa perubahan ke arah positif selalu memungkinkan.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *