Tasikmalaya, kabar-9.com – Tim Resmob Polres Tasikmalaya Kota berhasil menangkap empat remaja terduga pelaku pembacokan brutal di Jalan SL Tobing, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (2/12/2024). Mirisnya, para pelaku yang masih di bawah umur ini melakukan aksinya dalam pengaruh minuman keras jenis ciu.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Herman Saputra, mengungkapkan bahwa tujuh remaja telah ditangkap terkait kasus ini, dan empat di antaranya dipastikan berperan langsung dalam aksi pembacokan. “Para pelaku semuanya di bawah umur, bahkan ada yang masih berusia 14 tahun. Sebagian besar masih sekolah, meskipun ada juga yang sudah putus sekolah,” ujarnya.
Insiden ini terjadi pada Minggu (17/11/2024) dini hari, ketika lima motor geng remaja menyerang dua korban yang sedang berhenti di pinggir jalan untuk buang air kecil. Korban berinisial MT (27) menderita luka bacok serius dan hingga kini masih dirawat intensif di rumah sakit. Temannya, AZ (27), berhasil selamat meskipun sempat dipukul menggunakan tongkat baseball.
Ketua RW Sangkali, Aep Saepullah, menjelaskan kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 1.00 WIB. “Korban yang hendak mengantar temannya pulang tiba-tiba diserang secara brutal oleh geng motor tanpa alasan yang jelas,” ujarnya.
Dalam perkembangan terbaru, polisi juga menangkap seorang remaja berinisial RE (16), yang sempat melarikan diri ke Kampung Bongas. Penangkapan dilakukan pada Kamis (30/11/2024) oleh Polsek Kawalu setelah menerima informasi dari warga setempat.
Kapolsek Kawalu, AKP, menyatakan bahwa RE merupakan salah satu dari lima pelaku yang melakukan penyerangan secara acak terhadap pengguna jalan. “Saat ini, kami masih memburu pelaku lainnya dan terus mendalami peran masing-masing dalam aksi ini,” tegasnya.
Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa aksi ini dilakukan di bawah pengaruh minuman keras jenis ciu. Selain itu, aktivitas para pelaku di media sosial seperti TikTok diduga turut mendorong perilaku ekstrem mereka demi mencari perhatian.
Seorang warga Kampung Bongas yang menyaksikan penangkapan RE mengaku kaget. “Kami tidak menyangka anak sekecil itu bisa melakukan tindakan seperti ini. Lingkungan dan keluarga harus lebih memperhatikan perilaku anak-anak mereka,” katanya.
Kasus ini menjadi peringatan serius akan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak dan remaja. Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih peduli dan segera melapor jika melihat indikasi perilaku mencurigakan yang berpotensi membahayakan orang lain.
Pihak kepolisian berkomitmen untuk memberantas peredaran minuman keras yang sering menjadi pemicu tindakan kriminal, serta memastikan pembinaan bagi pelaku yang masih di bawah umur. “Kami berharap kasus ini bisa segera terungkap sepenuhnya agar ada efek jera bagi para pelaku,” pungkas AKP Herman.
(Red)










