SMK Syahida Gelar Karya P5: Kearifan Lokal dan Gaya Hidup Berkelanjutan Jadi Sorotan

Tema: "Kearifan Lokal & Gaya Hidup Berkelanjutan"

Tasikmalaya, Kabar-9.com – SMK Syahida, yang berlokasi di Desa Sukakarsa, Kabupaten Tasikmalaya, sukses menyelenggarakan kegiatan Gelar Karya P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) pada 22-23 November 2024. Dengan tema “Kearifan Lokal & Gaya Hidup Berkelanjutan,” acara ini menjadi ajang pembuktian bahwa pendidikan mampu membentuk karakter siswa sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal dan lingkungan.

Acara yang berlangsung selama dua hari ini tidak hanya menjadi wadah ekspresi kreativitas siswa, tetapi juga menguatkan hubungan antara sekolah, masyarakat, dan nilai-nilai budaya lokal yang semakin relevan dalam menghadapi tantangan modern.

Gelar Karya P5 di SMK Syahida menghadirkan berbagai inovasi siswa yang memadukan kreativitas dan kepedulian terhadap budaya serta lingkungan. Di antaranya adalah produk berbasis bahan lokal seperti alat permainan tradisional gobag sodor, enggrang, dan bakiak, hingga hasil kerajinan berbahan limbah organik dan anorganik, seperti tempat sampah ramah lingkungan.

Bacaan Lainnya

Salah satu siswa, Fira Ramadhani (16), menyatakan bahwa proses pembuatan kerajinan dari limbah mengajarkan mereka tentang pentingnya daur ulang dan pengurangan sampah. “Kami belajar tidak hanya membuat sesuatu yang berguna, tetapi juga bagaimana merawat lingkungan dengan cara sederhana,” ujar Fira.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Tita Hendrayani, menjelaskan bahwa karya siswa ini merupakan bagian dari proses pembelajaran yang mengintegrasikan nilai budaya lokal dan tantangan global.

“Kami mendorong siswa untuk melihat potensi lokal di sekitar mereka, seperti alat permainan tradisional yang kini mulai terlupakan. Dengan ini, mereka tidak hanya belajar mencintai budaya tetapi juga menemukan cara memanfaatkannya secara kreatif dan inovatif,” kata Tita Hendrayani.

Acara Gelar Karya P5 dirancang untuk memberikan pengalaman interaktif dan edukatif kepada siswa dan masyarakat. Rangkaian kegiatan yang diadakan antara lain:

Pameran Hasil Proyek: Menampilkan karya siswa berupa enggrang, bakiak, dan tempat sampah berbahan daur ulang, serta kerajinan lainnya.

Lomba Permainan Tradisional: Menghadirkan kompetisi gobag sodor, bakiak beregu, dan enggrang. Kegiatan ini bertujuan menghidupkan kembali permainan tradisional yang sarat nilai kebersamaan.

Workshop Kreatif: Siswa berkolaborasi dengan pelaku UMKM lokal untuk mempelajari cara membuat produk berbahan alami seperti tas anyaman bambu dan wadah makanan dari daun.

Pentas Seni Budaya: Menampilkan tari-tarian tradisional dan musik Sunda, yang menjadi simbol penghormatan terhadap budaya lokal.

Kepala Desa Sukakarsa, Elang Suherlan, yang turut hadir dalam acara ini, mengungkapkan kebanggaannya terhadap inovasi yang dihasilkan oleh siswa SMK Syahida. “Kegiatan ini merupakan bukti nyata bahwa generasi muda kita mampu mencintai budaya lokal sekaligus memikirkan masa depan. Saya berharap acara seperti ini bisa terus berlanjut dan semakin berkembang,” ujarnya.

Kepala SMK Syahida, Aufa Kholqillah menyampaikan bahwa Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) adalah langkah konkret untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada siswa melalui pendekatan berbasis proyek.

“Tema ‘Kearifan Lokal & Gaya Hidup Berkelanjutan’ kami pilih agar siswa memahami pentingnya menjaga budaya dan berkontribusi terhadap lingkungan. Hal ini menjadi bekal bagi mereka untuk menghadapi tantangan global dengan tetap berakar pada nilai-nilai lokal,” ujar Aufa.

Menurutnya, P5 tidak hanya membentuk keterampilan akademik, tetapi juga memperkuat karakter siswa sebagai pelajar yang berwawasan luas dan bertanggung jawab terhadap lingkungan serta masyarakat.

Selain menampilkan karya dan budaya, acara ini juga menjadi sarana refleksi bagi siswa untuk memahami nilai-nilai Pancasila yang diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai gotong royong, cinta tanah air, dan tanggung jawab terhadap lingkungan menjadi inti dari setiap kegiatan.

Salah satu guru pembimbing berharap kegiatan ini dapat memotivasi siswa untuk terus berkreasi dan peduli terhadap budaya lokal serta isu lingkungan.

Acara ditutup dengan pemberian penghargaan kepada kelompok siswa dengan inovasi terbaik, disertai pentas seni tradisional yang meriah.

Selamat kepada SMK Syahida atas kesuksesan Gelar Karya P5. Semoga acara ini menginspirasi sekolah lain untuk terus melestarikan budaya lokal dan menciptakan generasi muda yang peduli terhadap lingkungan.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *