Warga Gelar Unjuk Rasa di Kantor Bawaslu Kota Tasikmalaya, Tuntut Transparansi Pilkada

Massa Membakar Ban Bekas di Depan Kantor Bawaslu Kota Tasikmalaya sebagai Bentuk Protes

Tasikmalaya, Kabar-9.com – Puluhan warga melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tasikmalaya, Jalan Letnan Harun, Kelurahan Sukarindik, Kecamatan Bungursari, Kamis (28/11/2024). Aksi ini dilatarbelakangi kekecewaan terhadap kinerja Bawaslu dalam menangani dugaan pelanggaran pada Pilkada Kota Tasikmalaya 2024 yang dinilai tidak transparan.

Aksi dimulai sekitar pukul 09.30 WIB, diawali dengan orasi dari para demonstran yang membawa spanduk dan poster berisi tuntutan kepada Bawaslu. Massa kemudian membakar ban bekas sebagai bentuk protes simbolis terhadap apa yang mereka sebut sebagai “kelambanan dan ketidakjelasan” dalam menangani laporan pelanggaran.

Koordinator aksi, Asep Rizal Asyara, menyatakan bahwa tujuan aksi ini adalah untuk mendesak Bawaslu bersikap lebih tegas dan terbuka dalam menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran Pilkada. Asep menegaskan bahwa aksi tersebut tidak berafiliasi dengan dukungan kepada calon tertentu, melainkan semata-mata untuk menuntut keadilan dan transparansi.

Bacaan Lainnya

“Kami ingin Bawaslu menunjukkan sikap tegas terhadap pelanggaran yang terjadi selama Pilkada. Ini penting agar ada evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan pemilu di Kota Tasikmalaya,” kata Asep kepada awak media di lokasi unjuk rasa.

Menurutnya, ada beberapa laporan penting, seperti dugaan praktik politik uang, yang hingga saat ini belum mendapatkan kepastian dari Bawaslu. Hal ini, katanya, menimbulkan keresahan di masyarakat yang mempertanyakan keseriusan Bawaslu dalam menjalankan fungsinya sebagai pengawas pemilu.

Dalam orasinya, Asep menyoroti lambannya penanganan laporan dugaan pelanggaran Pilkada. Ia juga menekankan bahwa masyarakat berhak mendapatkan informasi terkait perkembangan laporan tersebut.

“Kami ingin Bawaslu menjelaskan kepada publik agar tidak ada fitnah atau keresahan yang menggerogoti kepercayaan masyarakat. Contohnya, laporan tentang politik uang yang sudah kami sampaikan hingga kini belum ditanggapi dengan serius,” ujarnya dengan nada tegas.

Asep juga meminta Bawaslu Kota Tasikmalaya untuk meningkatkan kinerjanya, terutama dalam memastikan pemilu yang jujur, adil, dan transparan. Ia berharap aksi ini menjadi pengingat bagi lembaga tersebut untuk menjalankan tugasnya secara maksimal demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Bawaslu Kota Tasikmalaya belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan para demonstran. Namun, beberapa perwakilan massa menyebut akan terus memantau perkembangan penanganan laporan yang telah mereka ajukan.

Demonstrasi berlangsung hingga pukul 12.00 WIB dan diakhiri dengan pembacaan pernyataan sikap oleh koordinator aksi. Massa kemudian membubarkan diri secara tertib dengan pengawalan dari pihak kepolisian.

Aksi ini menjadi pengingat penting bagi lembaga pengawas pemilu untuk tetap menjaga integritas dan akuntabilitas demi terciptanya demokrasi yang sehat dan terpercaya di Kota Tasikmalaya.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *